Jumat, 24 Desember 2010

Sekolah Dalam Kampung??? Why Not???


Menimba ilmu bisa dilakukan di mana saja. Tidak hanya duduk rapi di sekolah tetapi lingkungan disekitar kita pun bisa di jadikan tempat untuk menimba ilmu ataupun belajar apa saja. Di Kampung sendiri pun kita bisa mengembangkan diri seperti halnya di luar seperti perkotaan. Bersekolah di kampung sendiri pun bisa kita lakukan jika kita mampu untuk melakukannya.
fenomena yang sekarang terjadi ini, banyak anak-anak seusia sekolah baik itu SD, SMP maupun SMA lebih memilih sekolah di luar atau kota besar untuk menimba ilmu yang lebih baik, padahal di kampuns sendiri pun kita bisa lebih banyak belajar dan mengembangkan diri lebih baik dari pada di kota besar. Melihat Fenomena inilah awal mulanya Pendidikan di Dalam Kampung di selenggarakan.
Sebut saja Yayasan Pendidikan Nurul Iman yang berada di lKelurahan Pagutan lingkungan Presak Timur yang berani untuk mendirikan sekolah. Berawal dari sebuah mushala kecil yang digunakan untuk mengaji sehabis magrib, tetapi dengan ketekunan dari para pengajar dan pengasuh mushala itu sekarang berdirilah yayasan Pendidikan Nurul Iman yang tidak hanya menyelenggarakan pendidikan untuk pengajian, tetapi sudah berkembang dalam penyelenggaraan pendidikan diantaranya, sudah adanya Madrasah Aliyah yang sudah berjalan 10 tahun belakangan ini, ada pendidikan diniyah, TPQ bahkan majlis ta'lim yang diadakan setiap selasa dan malam jumat. Kegiatan pendidikan di Nurul Iman ini dimulai dari jam 07.00 sampai 21.00 Wita, kegiatan belajar non stop selama kurang lebih 14 jam setiap hari di lakukan.
Mengenai mutu pendidikan yang di ajarkan, jangan di ragukan lagi, selama 10 tahun terakhir dalam penyelenggaraan pendidikan Madrasah Aliyah, alumni-alumninya dapat dipertanggung jawabkan, ini dibuktikan dengan selepas sekolah di MA. Nurul Iman mereka dapat lebih mengembangkan diri yang akhirnya lulusan MA Nurul Iman tidak ada yang jadi pengangguran.
Lain Madrasah Aliyah, lain juga pendidikan Diniyah dan TPQ, pendidikan yang di fokuskan di bidang keagamaan dan ketrampilan, begitu juga dengan majlis ta'lim ibu-ibu dan lansia. Yang menarik disini adalah, Yayasan Pendidikan Nurul Iman berada di tengang-tengah perkampungan masyarakat, dan pendidikan yang dilakukan pun gratis tanpa di pungut biaya sedikitpun dari pendidikan Madrasah aliyah , diniyah maupun TPQ.
Pendidikan yang dilakukan pun berbeda jauh dengan pendidikan yang di lakukan sekolah pada umumnya. Pendidikan yang dilakukan di Nurul Iman lebih di tekankan pada keikhlasan, dan ketulusan, baik dari para pengasuh, pengajar, bahkan siswa yang belajar. Keikhlasan guru-guru mengajar dan keikhlasan para siswa untuk menerima pelajaran. yang lebih menarik lagi, para pengajar yang mengajar pun tidak pernah digaji, mereka mengajar karena ikhlas untuk mengembangkan Pendidikan Nurul Iman, mengembangkan pendidikan untuk warga sekitarn tanpa di ribetkan dengan masalah administrasi yang berbelit-belit.
seperti yang sering di ucapkan oleh Pengasuh Pendidikan Nurul Iman, siapapun belajar disini maupun yang mengajar dan siapapun yang terlibat secara langsung maupun tidak langsung, yang menjadi kunci utama diterima di Nurul Iman adalah keihlasan, inilah yang menjadi landasan dasar dalam melakukan segala sesuatu, ikhlas inilah yang nantinya akan memunculkan ketaatan, rela berkorban dan rasa tanggung jawab. Di tambahkan lagi, Nurul Iman di dirikan untuk siapa saja yang ingin belajar, tidak terkecuali semua warga yang berada di kawasan lingkungan Presak Timur Pagutan.
Tetapi apa yang disuguhkan ataupun di tawarkan kepada masyrakat sekitar tentang pendidikan di Nurul Iman tidak sepenuhnya di sambut oleh warga. Masih saja banyak memandang sebelah mata yayasan ini. masih banyak warga menganggap pendidikan di sekolah luar lebih menjamin dari pada sekolah di dalam kampung. Yayasan pendidikan Nurul Iman ini pun masih diragukan oleh sebagian orang padahal bukti nyata sudah di tunjukkan.
Lepas dari itu, ketidak percayaan warga sekitar tidak menyurutkan langkah orang-orang yang terlibat di pendidikan Nurul Iman ini. Buktinya kantor-kantor besar seperti telkom pun menyambut denagn antusias besar segala sesuatu yang dilakukan oleh Nurul Iman. ini tidak terlepas dari sepak terjang pengasuh dan pengajar lain yang terus menciptakan dan mengembangkan diri kearah yang lebih baik. Ini di buktikan dengan Yayasan Pendidikan Nurul Iman merupakan Sekolah pertama yang menggunakan internet untuk melakukan pendidikan. Ini merupakan bagian dari program pelopor kampung media (PORTAL) yang ada di Kota Mataram.
Ketidak percayaan sebagian masyarakat masyarakat pun terbayarkan dengan kenyamanan siswa dan kesenangan siswa yang belajar, menciptakan kreasi-kreasi baru yang bisa membanggakan masyarakat. Para siswa yang belajar tidak harus penat belajar dengan aktifitas belajar yang serius di sekolah-sekolah pada umumnya. Mereka belajar sesuai dengan apa yang mereka mau, serius tetapi menyenangkan sehingga apapun tanggapan orang-orang mengenai tempat belajar mereka, mereka tetap semangat dan membuktikan bahwa mereka siswa-siswa Nurul Iman bisa menjadi yang terbaik.
Salah Satu siswa sebut saja Rehan mengatakan, Sekolah di dalam kampung tidak menjadi halangan untuk tidak bisa mengenal dunia luar, sekolah kampung bahkan kita rasa akan jauh lebih baik karena kita akan bisa lebih mengembangkan tidak hanya mengembangkan diri sendiri tetapi juga bisa mengembangkan kampung sendiri. Dilanjutkan lagi, walaupun sekolah kami di bilang kampungan tidak gaul atau apalah kata yang di tujukan kepada sekolah kami, bukan menjadi hambatan bagi kami, menurut kami sekolah kami lebih gaul lebih elit dari sekolah mereka, karena apa yang kami dapat tidak hanya pendidikan formal tetapi juga pendidikan informal yang tidak di dapat di sekolah lain. Kalau di bilang sekolah kami kampungan, gak apalah, yang penting mutu pendidikan yang kami dapatkan tidak kampungan," katanya lagi mengakhiri percakapan.
Jadi..., bagi kalian yang akan melanjutkan sekolah nantinya, mengembangkan diri dan bersekolah di kampung sendiri???? why not?????? (Tanty)
Kalau

Minggu, 19 Desember 2010

Nonton Bareng Semi Final Piala AFF 2010











Sepak Bola akhir-akhir ini menemukan kembali irama yang telah lama tidak terdenga. adanya piala AFF 2010 yang di selenggarakan merubah animo masyarakat tidak hanya di kota-kota besar, tetapi di pelosok desa pun menyambut meriah pertandingan sepak bola ini. Tidak terkecuali bagi masyarakat yang ada di Kota mataram. Di Lingkungan Pagutan sendiri, semua warga tidak hanya anak muda, anak kecil, bapak-bapak bahkan ibu-ibu ikut serta melihat permainan TIMNAS indonesia. Seperti halnya malam ini, seluruh warga kota mataram terfokus pada pertandingan Indonesia melawan Fhilipina.
Antusias warga sangat menakjubkan. Terlihat dari banyaknya acara nonton bareng, tidak hanya di rumah, lapangan bahkan di arena hot spot pun terlihat antusiasme warga untuk nonton bareng piala AFF yang bermain malam ini (Minggu, 19 Desember 2010) di Gelora Bung Karno Jakarta, Mereka para suporter memberi dukungan dan berharap Indonesia dapat melaju ke babak Final.
Antusiasme seluruh warga patut di acungi jempol. Karena untuk mendukung Indonesia, mereka tidak segan-segan untuk memberi dukungan sepenuhnya. Tidak hanya itu pernak-pernik yang berhubunagn denga TIMNA Indonesia pun tak kalah menjadi incaran.
Salah satu warga yang di temui mengatakan, ini adalah pertandingan yang tak mungkin di lewatkan, Indonesia sudah bangkit dalam hal persepak Bolaan, kali ini Indonesia harus mengalahkan Fhilipina agar kita bangsa Indonesia melaju ke babak Final dan menjadi Juara, ayo indonesia kamu pasti bisa", lanjutnya lagi.
Antusiasme warga yang begitu besar akhirnya terbayarkan, dengan kemenagan Indonesia 1-0 melawan Fhilipina. Sorak Kemenangan pun terdengar begitu meriah di seluruh Indonesia.
Bravo Indonesia........!!!! (Tanty)

Si Kecil Yang Juara











Siapa sangka, hanya sekedar hobi akhirnya miniatur cidomo yang dibuat iseng-iseng mendapat juara pertama di ajang lomba mencari ciri khas kota mataram berupa cinderamata yang diadakan oleh kantor Wali Kota Mataram, pada tanggal 4 sampai 8 Desember 2010 dan penyerahan hadiah dilakukan hari sabtu, 18 Desember 2010 bertempat di kantor walikota Mataram. selain miniatur cidomo, ada juga gendang beleq dan celengan yang masuk dalam kategori ciri khas cinderamata untuk kota Mataram.
Selain mendapatkan uang pembinaan karena mendapat juara pertama, di sediakan juga dana untuk membuat atau memproduksi masal karya yang menjadi juara diantaranya miniatur cidomo dan gendang beleq.
Dialah Dolcum pemuda umur 20 tahun yang melakukan keisengan tersebut. Miniatur cidomo yang dibuatnya menjadi miniatur pertama yang mencirikan kota mataram yang bisa dijadikan cinderatama bagi masyarakat luas. Tidak hanya cidomo banyak miniatur-miniatur yang menjadi hasil karyanya. Diantaranya adalah asbak yang berupa mobil-mobilan, sepeda kecil yang unik, bingkai, keris dan masih banyak lagi karya yang menjadi koleksi pribadinya.
Yang menjadi kelebihannya adalah, miniatur-miniatur yang di buat, bahan bakunya berasal dari kayu. Dia (Dolcum) menggunakan sisa-sisa kayu hasil kerja ayahnya untuk membuat miniatur yang dia suka. pemanfaatan barang-barang sisa menjadi barang yang lebih bermanfaat.
miniatur-miniatur ini sudah di lempar ke pasar, tapi karena minimnya dana sekaligus tidak banyaknya koleksi membuat pemasaran miniatur ini menjadi terhambat.
Dolcum menuturkan "yang menjadi kendala utama untuk pemasaran semua miniatur ini adalah masalah biaya, padahal sudah ada peminatnya. untuk tahap awal pemasaran pun sudah banyak yang melakukan pemesanan miniatur yang kemudian tidak bisa di kerjakan semua karena minimnya dana, kurangnya bahan baku dan satu hal lagi karena saya masih kerja sendiri, sehingga pesanan tidak bisa diselesaikan tepat waktu", lanjutnya lagi.
untuk pembuatan satu miniatur cidomo dibutuhkan waktu sekitar 2 minggu. semua miniatur yang di buat pun membutuhkan waktu sekitar 2 minggu. ini adalah waktu yang cukup agar cidomo dan miniatur lainnya yang dibuat lebih bagus dan diminati oleh masyarakat.
Melihat peluang yang ada, miniatur-miniatur yang mencirikan kota mataram mempunyai tempat di pasaran. dari awal pemasaran atau perkenalan koleksi miniatur yang ada, sudah ada peminatnya. Tetapi Yang menjadi hambatan utama dalam usaha pembuatan miniatur ciri khas kota mataram adalah kendala dana. Tidak adanya dana yang cukup sehingga dari pembuatan sampai pemasaran tidak terlaksana dengan baik.
Melalui lomba ciri khas ini, diharapkan adanya pihak yang mau untuk mendanai sehingga usaha ini dapat di kembangkan menjadi usaha bersama sehingga dapat menciptakan lapangan pekerjaan yang baru bagi pemuda-pemuda yang lainnya.
Harapan pun di uraikan oleh dolcum. " melalui lomba dan kemenganan ini di harapkan, tidak hanya miniatur cidomo yang menjadi ciri khas orang mataram, tetapi dengan kreasi, karya dan usaha yang di dukung oleh semua tercipta karya-karya yang nantinya dapat menjadi ciri kas yang bisa di jadikan cinderamata bagi para pelancong atau wisatawan yang datang kemaramam baik wisatawan domestik maupun wisatawan asing, semoga, tutur dolcu, di akhir katanya.
Yach, si Kecil cidomo yang menjadi juara di Kota Mataram. cnderamata yang patut di banggakan. (Tanty)


Jumat, 17 Desember 2010

TENTANG HIJRAH


Hijrah adalah keniscayaan. Allah swt. membangun sistem di alam ini berdasarkan gerak. Pelanit bergerak, berjalan pada porosnya. Allah berfirman:

”Dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.” (QS. Yasin: 38).

Imam Syafii’i menggambarkan dalam sya’irnya yang sangat indah bahwa air yang tergenang akan busuk dan air yang mengalir akan bening dan jernih. Seandainya matahari berhenti di ufuk timur terus menerus, niscaya manusia akan bosan dan stres.

sungguh, hijrah adalah sebuah keniscayaan. Karena dalam diam tersimpan segala macam keburukan. Mobil yang didiamkan berhari-hari akan karat dan hancur. Jasad yang didudukkan terus menerus akan mengidap banyak penyakit. Itulah rahasia mengapa harus olah raga. Syaikh Muhammad Al Ghazali berkata: ”Bahwa orang-orang yang nganggur adalah manusia yang mati. Ibarat pohonan yang tanpa buah para penganggur itu adalah manusia-manusia yang wujudnya menghabiskan keberkahan.”

Terbukanya kota Mekah adalah keberkahan hijrah. Seandainya Rasulullah saw. dan sahabat-sahabatnya tetap berdiam di kota Mekah, tidak pernah terbayang akan lahir sebuah kekuatan besar yang kemudian menyebarkan rahmat bagi seluruh alam. Sungguh berkat hijrah ke kota Madinah kekuatan baru umat Islam terbangun, yang darinya kepemimpinan Islam merambah jauh, tidak hanya melampaui kota Mekah, pun tidak hanya melampaui Jazirah Arabia, melainkan lebih dari itu melampaui Persia dan Romawi.

Ada beberapa dimensi hijrah yang harus kita wujudkan dalam hidup kita sehari-hari di era modern ini, agar kita medapatkan keberkahan:

Pertama, dimensi personal, bahwa setiap mukmin harus selalu lebih baik kwalitas keimannya dari hari kemarin. Karenanya dalam Al-Qur’an Allah swt. selalu menggunakan kata ahsanu amala (paling baiknya amal). Maksudnya bahwa tidak pantas seorang mukmin masuk di lubang yang sama dua kali. Kita harus belajar banyak dari sejarah.. Karena dari sejarah kita akan dapat mengetahui sebab-sebab kemajuan suatu kaum sehingga kita dapat mengambil pelajaran darinya. Demikian juga dari sejarah kita bisa mempelajari sebab-sebab kehancuran suatu kaum sehingga bisa menghidarinya. Itulah sebabnya mengapa sepertiga Al-Qur’an menggambarkan peristiwa sejarah Itu untuk menekankan betapa pentingnya belajar dari sejarah dalam membangun ketaqwaan. Dari sini kita paham mengapa Allah swt. dalam surah Al Hasyr:18 menyandingkan perintah bertaqwa dengan perintah belajar dari sejarah:

”Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”

Kedua, dimensi sosial, bahwa seorang mukmin tidak pantas berbuat dzalim, mengambil penghasilan secara haram dan hidup bersenang-senang di atas penderitaan orang lain. Seorang mukmin harus segera hijrah dari situasi sosial semacam ini. Seorang mukmin harus segera membangun budaya takaful –saling menanggung-. Rasulllah bersabda : Wallahu fi ‘auni-l-‘abdi, maa kaan-l-‘abdu fii ‘auni akhiihi ( Dan Allah akan menolong hamba yang gemar menolong saudaranya) Itulah rahasia disyari’atkannya zakat. Bahwa di dalam harta yang kita punya ada hak orang lain yang harus dipenuhi. Allah berfirman : ”Walladziina fii amwaalihim haqqun ma’luum (dan orang-orang yang dalam hartanya tersedia bagian tertentu.”) (QS. Al Maarij: 24).

Dan ini telah terbukti dalam sejarah bahwa membangun budaya takaful akan menyelesaikan banyak penyakit sosial yang akhir-akhir ini sangat mencekam. Terlalu tingginya angka kemiskinan dan penganggguran di tengah negeri yang kaya secara sumber alam, sungguh suatu pemandangan yang naif. Namun ini tentu ada sebabnya, di antaranya yang paling pokok adalah karena kedzaliman dan ketidak jujuran. Dari sini jelas bahwa hijrah yang harus dibuktikan saat ini adalah komitmen untuk tidak lagi mengulangi budaya budaya yang negative seperti budaya malas , korupsi dll. Sebab dari budaya inilah berbagai penyakit sosial lainnya tak terhindarkan.

Ketiga, dimensi dakwah, bahwa seorang mukmin tidak boleh berhenti pada titik sekedar mengaku sebagai seorang mukmin secara ritual saja, melainkan harus dibuktikan dengan mengajak orang lain kepada kebaikan. Ingat bahwa syetan siang dan malam selalu bekerja keras mengajak orang lain ke neraka. Syetan berkomitmen untuk tidak masuk neraka sendirian.

Dari sini saatnya seorang mukmin harus bersaing dengan syetan. Ia harus hijrah dari sikap pasif kepada sikap produktif. Produktif dalam arti bekerja keras mengajak orang lain ke jalan Allah. Sebab tidak pantas seorang mukmin bersikap pasif. Pasifnya seorang mukmin bukan saja akan membawa banyak bakteri pelemah iman, melainkan juga membawa bencana bagi kemanusiaan. Itulah sebabnya mengapa seorang pemikir muslim abad ini dari India Syaikh Abul Hasan Ali An-Nadwi menulis sebuah buku yang sangat terkenal dan menomental: maadzaa khasiral aalam bin khithaathil muslimiin ( betapa dahsyatnya kerugian yang dialami dunia ketika umat Islam tidak berdaya). Ini benar, bahwa dunia ini memang membutuhkan umat Islam yang berdaya. Umat Islam yang produktif. Bukan umat Islam yang pasif. Dan kini kita menyaksikan dengan mata kepada betapa kerusakan merejalela melanda kemanusiaan akibat dari lemahnya umat Islam. Bandingkan dengan dulu ketika Umar Bin Khaththab dan Umar bin Abdul Aziz memimpin dunia. Inilah hijrah yang harus segara kita buktikan.

Demikianlah sekilas diantara rahasia hijrah. Bahwa hijrah mendorong kita untuk terus bergerak dan bergerak karena keberkahan hidup hanya ada dalam gerakan. Innaa fii-l- harakaati barakaat ( sungguh di dalam gerakan ada keberkahan) orang yang banyak bergerak akan memperoleh keberkahan hidup. Mudah-mudahan , dengan semangat hijrah, kita tidak sekedar mampu menggerkkan diri sendiri kearah yang lebih baik, tetapi juga mampu menggerakkan orang lain untuk maju. Ummat islam menjadi kuat. Dan Islampun akan memperoleh kejayaannya kembali amiiin.

Rabu, 15 Desember 2010

BERITA DUKA

Telah meninggal dunia, bapak sekaligus datok kami H. Fathurrahman Zakaria Pada Hari Selasa, 14 Desember 2010 di Rumah Sakit Umum Kota Mataram. Semoga Amal Ibadah Beliau di Terima di Sisi Allah dan di berikan tempat yang terbaik di akhirat nanti. bagi Keluarga dan kerabat yang di tinggalkan semoga diberi kesabaran sebesar-besarnya untuk menerima musibah yang terjadi, dan untuk semua orang yang mengenal beliau jika ada salah mohon di maafkan dan d ikhlaskan agar almarhum dapat tenang di kehidupannya sekarang. Amiinn!!!!!

Minggu, 12 Desember 2010

Motor Pengangkut Sampah Tak Beroperasi Lagi???


Banyaknya sampah sekarang ini seharusnya tidak menjadi masalah utama lagi di lingkungan Pagutan. tetapi sudah hampir satu bulan ini masalah sampah kembali menjai permasalahan yang muncul ke permukaan. kenapa????
sampah-sampah rumah tangga dari warga terutama lingkungan Presak Timur Pagutan kembali di buang di kali-kali yang ada. ini terjadi karena motor pengangkut sampah yang sudah ada tidak beroperasi lagi. Motor pengangkut sampah warga ini seharusnya yang menjadi solusi untuk warga malah tidak dapat di gunakan lagi. Alhasil warga pun kembali ke kebiasaan lama yaitu membuang sampah di kali.
Banyak warga yang mengeluhkan mengapa motor pengankut sampah ini tidak beroperasi lagi. Banyak warga juga yang harus kembali bingung membuang sampah dimana selain di kali yang ada. tidak ada keterangan yang pasti kenapa Motor pengangkut sampah ini tidak beroperasi lagi. Padahal sopir yang membawanya sudah di ganti dua kali dan pembayaran dari warga perbulan pun tidak ada masalah karena warga sadar untuk membayar uang penagangkutan sampah perbulan sebesar Rp. 5.000,-
sampah yang di buang d kali pun akan terus menjadi masalah karena semakin banyak sampah di buang di kali maka semakin banyak pula penyakit yang akan muncul. apalagi sekarang musin yang tidak menentu sehingga penyebaran penyakit melalui lingkungan yang tidak bersih cepat sekali terjadi.
Salah satu warga yang di tanya perihal masalah ini mengatakan Motor pengangkut sampahnya kok tiba-tiba menghilang tanpa jejak yang jelas. Seminggu di tunggu tak juga datang. padahal sampah sudah banyak banget yang harus di angkut. sampai dua minggu pun kita tunggu yang ngangkut sampah tidak ada pun yang datang, lanjutnya lagi. ya terpaksa kita buang ke kali. dan lihat sekarang, kali tambah kotor gara-gara sampah tambah banyak yang dibuang di kali. Paparnya lagi.
setelah di konfirmasi di ketua RT 01, belum ada keterangan yang jelas mengenai sebab tidak beroperasinya lagi motor Pengangkut sampah ini. Yang pastinya ada masalah intern antara pihak-pihak yang terkait sehingga sampai sekarang masih di segera untuk diselesaikan. Masalah seperti apa tidak di uraikan secara jelas oleh pihak yang terkait. Karena masalah inilah makanya motor pengankut sampahnya untuk sementara tidak di operasikan sampai batas waktu yang tidak di tentukan.
Melihat masalah ini yang merupakan masalah bersama terutama masalah yang berhubungan dengan kebersihan lingkungan. Warga berharap agar secepatnya diselesaikan sehingga motor pengangkut sampah bisa beroperasi lagi dan sampah pun tidak lagi di buang di kali. dengan begini warga berharap lingkungan Presak Timur menjadi lingkungan yang bersih bebas dari sampah. (Tanty)

What am i going to do????


what am I going to do?
but I can't do anything
what am I going to do?
but I can't do anything

Sambil pulang sekolah beberapa anak mendendangkan lagu tersebut. Lagu yang cukup populer dikalangan anak-anak yang didendangkan oleh Sule, komedian yang lagi naik daun. Entah kalimat yang terucap benar atau salah, intonasi yang ala kadarnya, anak-anak tersebut terus berjalan sambil berdendang.

Itulah Bahasa inggris dimata anak-anak yang lebih suka bernyanyi dari pada belajar sungguhan apa sebenarnya bahasa inggris itu. Inilah dasar yang di jadikan acuan oleh beberapa sekolah yang masih perihatin dengan minimnya minat belajar bahasa inggris di kalangan anak-anak, terutama anak-anak di lingkungan pagutan, Pagutan barat dan Pagutan Timur sehingga mencoba untuk mmengadakan kegiatan yang bertemakan bahasa inggris

Baru-baru ini tepatnya Sabtu 27 nopember 2010, bertempat di SD Negeri 42 Ampenan diselenggarakan lomba baca puisi dan pidato dalam bahasa inggris, lomba ini diikuti 15 SD yang menurunkan masing-masing 1 orang untuk tiap lomba.

Dengan semangat yang cukup, mereka membaca dan sedikit-sedikit mencoba menghafal tiap bait puisi atau pidato sambil menunjukkan ekspresi. Guru pembimbing terus memberikan arahan walau dalam berapa menit pelaksanaan lomba.

Teknikal meeting yang dilaksanakan 1 hari sebelum lomba, juri yang dipilih berasal dari fasilitator rintisan bhs inggris yang dianggap independen dalam menilai kontestan. dengan memberikan penjelasan tentag jenis dan bentuk penilain, penilaian terdiri dari pronounciation, expression, fluency, dan performance.

Dalam sambutan ketua gugus ii bhs ingris ampenan, H. Suksesuddin menyatakan “anak-anak harus diberi ruang untuk berekspresi dan termotivasi dalam belajar bahasa inggris, yang kalah jangan merasa minder, demikian juga yang menang jangan cepat puas”.

Bahan pidato disediakan oleh panitia, guru dan siswa dapat memilih salah satu. Satu minggu mereka diberikan waktu berlatih. Dengan berbagai cara guru pembimbing terus memberikan semangat kepada siswa mereka.

Adapun hasil dari lomba pidato, juara 1 diraih oleh Ajeng Talitha Gandari dari SDN 44 Ampenan, Zihan Ilman Fayadi dari SDN 40 Ampenan sebagai juara ke_2, dan Agyshni Rida Hijriani sebagai juara ke_3 dari SDN 20 Ampenan. Sementara juara lomba Puisi diraih oleh Alya Almira Putri dari SDN 44 Ampenan, Baiq Bunga Suciati SDN 34 Ampenan sebagai runner up, dan Ismi Wardani dari SDN 14 Ampenan sebagai juara 3. panitia memberikan juara sampai dengan harapan 3, atau masing-masing lomba ada 6 juara.

Hampir seluruh SDN se-kota mataram sekarang ini sudah memiliki guru bahasa inggris, mereka berasal dari alumni jurusan bahasa inggris atau masih dibangku kuliah. Banyak anak-anak sudah biasa mendendang lagu berbahasa inggris dengan irama lagu anak-anak. Kebanyakan dari mereka adalah guru Tidak Tetap (GTT) yang dibiaya dari BOS. Beberapa sekolah masuk dalam program Rintisan Pembelajaran Bahasa Inggris. Program ini memberikan pelatihan-pelatihan, buku-buku, dan alat peraga sebagai pendukung pembelajaran bahasa inggris di SD. Sayang gurunya kurang mendapat perhatian dalam program ini, sehingga mereka tidak harus berhenti mengajar karena mendapat pekerjaan yang lebih menjanjikan. ( Rustam Efendi )

Komunitas Blog Kampung Media

http://www.youtube.com/watch?v=vG8vV27O8mI. Diberdayakan oleh Blogger.

Followers