Minggu, 08 Januari 2012

MENYIKAPI PENDIDIKAN

Sebagai seorang yang beriman kepada Allah dan RasulNya, setiap orang wajib meningkatkan kualitas keberimanannya, kualitas kemanusiaan sebagai amanah kehambaan yang dianugrahkan Allah dan kualitas hidup sebagai wahana untuk menunjukkan kehambaan kepada Allah Swt. Peningkatan itu semua harus dilakukan melalui pendidikan yang secara sadar ditanamkan dan diniatkan. Sikap beriman yang benar tidak akan kita pahami tanpa ilmu, menjadi manusia yang berkualitas tidak mungkin terwujud tanpa ilmu demikian pula kualitas hidup yang baik sebagai sarana ibadah juga tidak akan terjangkau tanpa ilmu.

Dalam konteks ini jelas sekali Allah Swt menjanjikan kedudukan yang mulia dan kehidupan yang baik bagi orang berilmu sebagaimana firmannya dalam surat Al Mujadilah

Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. dan Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.

Ayat ini secara sosial sangat jelas bisa dibuktikan. Orang yang berilmu dan ilmunya memberi manfaat kepada orang lain, ia akan dihormati, disegani dan diberikan kedudukan yang lebih tinggi dalam masyarakat. Apalagi dihadapan Allah. Insya Allah. Ilmu yang dimiliki seseorang akan memudahkan hidupnya. Ilmu agama akan memperbaiki ibadah dan amal shaleh, ilmu dunia akan memudahkan untuk menyesuaikan diri dengan tantangan zaman yang dihadapi dan sekaligus menyebar manfaat untuk orang banyak yang berarti kita telah merengkuh dua hasil sekaligus yaitu kesejahteraan diri dan masyarakat dan pahala berlimpah dari Allah Swt. Sungguh betapa nikmatnya orang berilmu dan mengamalkan ilmunya untuk kemaslahatan bersama. Rasulullah Saw menggambarkan kenikmatan itu dengan sabdanya :

  "Barangsiapa yang menjalani perjalanan menuntut ilmu, maka dimudahkan baginya jalan menuju sorga".

Kemudahan yang dijanjikan seperti itu dapat dipahami bahwa menuntut ilmu itu merupakan amal shaleh yang mendapatkan ganjaran pahala dari Allah Swt dan hasil belajar atau ilmu yang diperoleh akan menjadi bekal hidup yang dapat digunakan untuk memecahkan berbagai permasalahan sehingga dapat melaksanakan ibadah dengan nyaman. Inilah yang merupakan gambaran yang dikemukakan oleh Rasulullah, memudahkan jalan ke sorga.

Permasalahan yang menggejala saat ini adalah sebagian diantara kita yang tidak memahami pendidikan dengan benar, sehingga salah dalam melaksanakan tugas memberi bekal pendidikan yang baik kepada anak – anak maupun untuk diri sendiri. Sebagian kita mempersempit arti pendidikan dengan menyekolahkan anak atau memasukkan anak ke sekolah. Bahkan ada orang yang sangat khawatir ketika anaknya tidak diterima di sekolah tertentu atau tidak lulus ujian, tetapi tidak terlalu khawatir dengan kondisi iman dan akhlaknya. Pola hidup yang demikian menunjukkan betapa kita telah terlalu jauh menggantungkan masa depan anak-anak kita pada ijazah yang dimiliki dan mengabaikan kekuasaan dan takdir Allah Swt.

Pendidikan merupakan tugas dan kewajiban hakiki manusia, sehingga dapat meningkatkan kualitas kemanusiaan dalam menghambakan diri kepada Allah Swt. Hal ini berarti kewajiban mendidik itu berada di tangan orang tua dengan tujuan :

Pertama,  mempertahankan kefitrahan anak.

Kefitrahan adalah amanat Allah yang harus dijaga untuk dikembalikan sebagaimana aslinya. Fitrah dasar adalah keberimanan dalam Islam dengan sempurna. Sebagaimana firman Allah Swt dalam surat Ar-Rum ayat 30

 Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah; (tetaplah atas) fitrah Allah yang Telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. tidak ada peubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui[1168],

fitrah Allah: maksudnya ciptaan Allah. manusia diciptakan Allah mempunyai naluri beragama yaitu agama tauhid. kalau ada manusia tidak beragama tauhid, Maka hal itu tidaklah wajar. mereka tidak beragama tauhid itu hanyalah lantara pengaruh lingkungan.

Menjaga agama diri dan anak-anak kita harus dalam iklim keluarga beragama yang mencerminkan perilaku yang berlandaskan iman dengan amalan syariat yang istiqamah. Dengan demikian seluruh keluarga akan terpayungi dari bahaya kekufuran dan kemusyrikan

Kedua, memelihara akhlakul karimah

Akhlaqul karimah adalah citra dan potret seorang muslim yang memelihara kefitrahan. Salah satu tugas Rasulullah saw disamping untuk menegakkan iman Islam adalah untuk menegakkan akhlak yang mulia, sebagaimana sabdanya : “Innama buistu liutammima makarimal akhlaq” – sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlaq yang mulia. (HR. Tabrani)

Akhlaq mulia ini tidak bisa dipelajari sebagai ilmu pengetahuan, tetapi harus diajarkan dengan perilaku dan contoh yang penuh hikmah sehingga anak-anak dapat meneladaninya dengan ikhlas. Demikianlah Rasulullah Saw memperbaiki akhlaq ummat pada masanya dengan keteladanan yang sempurna.

Ketiga, memberikan kecakapan hidup

Kecakapan hidup adalah kemampuan untuk menjalani kehidupan dengan tepat dan dilandasi oleh kebenaran. Cakap memandang masalah dengan berbaik sangka. Cakap menerima segala kebahagiaan dan kesusahan sebagai takdir Allah yang harus diterima dengan ikhlas. Cakap memahami hidup sebagai hamba Allah yang hidup dalam lingkungan sosial.  Cakap saling berbagi dengan sesama. Akhirnya cakap memperjuangkan kualitas hidupnya dengan modal akal, rasa dan keimanan yang dimilikinya.

Keempat, memberikan bekal ilmu pengetahuan dan teknologi.

Ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan keharusan dalam mengarungi hidup yang terus berkembang. Dalam peradaban yang semakin maju seperti yang sedang kita jalani saat ini, kecenderungan penistaan terhadap kemanusiaan sangat kuat. Ilmu pengetahuan dan teknologi yang terus berkembang, dan jika tidak dilandasi dengan iman akan mewujud menjadi perlaku-perilaku fasad – pengerusakan. Sebaliknya manusia yang beriman, yang shaleh tetapi tidak mengikuti perkembangan peradaban akan sulit menyesuaikan diri dan gagap dalam menghadapi kehidupan. Kegagapan ini akan menyebabkan kita akan semakin terpinggirkan dalam kehidupan, kalah bersaing dan akhirnya gagal melaksanakan tugas dan fungsi sebagai abd lillah dan sebagai khalifah fil ardh.

Pandangan kita tentang kemajuan dan tuntutan kemampuan manusia untuk memberikan jawaban kemaslahatan terhadap kemajuan tersebut mengukuhkan keberadaan pendidikan sebagai sunnatullah. Keduanya, perubahan dan pendidikan sebagai sunnatullah merupakan jawaban terhadap perkembangan kehidupan manusia yang akan semakin sulit. Hal ini telah ditunjukan oleh Allah swt dalam Al-Qur’an bagaimana ilmu yang diajarkan kepada Adam menyebabkan manusia memiliki kelebihan dari malaikat. Dengan ibadah yang didasari ilmu yang benar , manusia menduduki tempat terhormat baik di hadapan dunia maupun dihadapan Allah swt.,

Keempat tujuan tersebut harus dibangun dari keluarga, sehingga benteng pertama dan terakhir pendidikan bagi ummat Islam adalah keluarga. Seseorang yang telah memiliki landasan kefitrahan, landasan akhlaqul karimah ia akan mampu menjalani hidup dengan sempurna. Ia akan dimuliakan oleh Allah karena iman dan taqwanya, akan dihargai oleh sesama manusia karena akhlaqnya dan menjaga kehormatan diri yang kuat menyebabkan seseorang tidak melakukan hal-hal yang akan menurunkan derajat kemanusiaannya seperti malas, berbuat yang tidak terpuji dan sejenisnya.

Dalam kaitannya dengan kehidupan kekinian, kadang masyarakat tidak mampu mendidik anaknya karena berbagai keterbatasan, maka hendaklah kita menyerahkan pendidikan kepada lembaga yang dapat dipertanggungjawabkan dapat memelihara iman, membina akhlak, memberi kecakapan hidup dan ilmu pengetahuan serta teknologi yang menunjang.

Semoga kita tergolong orang yang diberikan taufiq untuk bertanggungjawab terhadap pendidikan anak sejak dini dan semoga anak cucu kita tergolong generasi rabbi radhiya sebagaimana yang difirmankan Allah dalam surat Maryam ayat 15 :

Kesejahteraan atas dirinya pada hari ia dilahirkan dan pada hari ia meninggal dan pada hari ia dibangkitkan hidup kembali.

 

MENYIKAPI PENDIDIKAN

Sebagai seorang yang beriman kepada Allah dan RasulNya, setiap orang wajib meningkatkan kualitas keberimanannya, kualitas kemanusiaan sebagai amanah kehambaan yang dianugrahkan Allah dan kualitas hidup sebagai wahana untuk menunjukkan kehambaan kepada Allah Swt. Peningkatan itu semua harus dilakukan melalui pendidikan yang secara sadar ditanamkan dan diniatkan. Sikap beriman yang benar tidak akan kita pahami tanpa ilmu, menjadi manusia yang berkualitas tidak mungkin terwujud tanpa ilmu demikian pula kualitas hidup yang baik sebagai sarana ibadah juga tidak akan terjangkau tanpa ilmu.

Dalam konteks ini jelas sekali Allah Swt menjanjikan kedudukan yang mulia dan kehidupan yang baik bagi orang berilmu sebagaimana firmannya dalam surat Al Mujadilah

Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. dan Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.

Ayat ini secara sosial sangat jelas bisa dibuktikan. Orang yang berilmu dan ilmunya memberi manfaat kepada orang lain, ia akan dihormati, disegani dan diberikan kedudukan yang lebih tinggi dalam masyarakat. Apalagi dihadapan Allah. Insya Allah. Ilmu yang dimiliki seseorang akan memudahkan hidupnya. Ilmu agama akan memperbaiki ibadah dan amal shaleh, ilmu dunia akan memudahkan untuk menyesuaikan diri dengan tantangan zaman yang dihadapi dan sekaligus menyebar manfaat untuk orang banyak yang berarti kita telah merengkuh dua hasil sekaligus yaitu kesejahteraan diri dan masyarakat dan pahala berlimpah dari Allah Swt. Sungguh betapa nikmatnya orang berilmu dan mengamalkan ilmunya untuk kemaslahatan bersama. Rasulullah Saw menggambarkan kenikmatan itu dengan sabdanya :

  "Barangsiapa yang menjalani perjalanan menuntut ilmu, maka dimudahkan baginya jalan menuju sorga".

Kemudahan yang dijanjikan seperti itu dapat dipahami bahwa menuntut ilmu itu merupakan amal shaleh yang mendapatkan ganjaran pahala dari Allah Swt dan hasil belajar atau ilmu yang diperoleh akan menjadi bekal hidup yang dapat digunakan untuk memecahkan berbagai permasalahan sehingga dapat melaksanakan ibadah dengan nyaman. Inilah yang merupakan gambaran yang dikemukakan oleh Rasulullah, memudahkan jalan ke sorga.

Permasalahan yang menggejala saat ini adalah sebagian diantara kita yang tidak memahami pendidikan dengan benar, sehingga salah dalam melaksanakan tugas memberi bekal pendidikan yang baik kepada anak – anak maupun untuk diri sendiri. Sebagian kita mempersempit arti pendidikan dengan menyekolahkan anak atau memasukkan anak ke sekolah. Bahkan ada orang yang sangat khawatir ketika anaknya tidak diterima di sekolah tertentu atau tidak lulus ujian, tetapi tidak terlalu khawatir dengan kondisi iman dan akhlaknya. Pola hidup yang demikian menunjukkan betapa kita telah terlalu jauh menggantungkan masa depan anak-anak kita pada ijazah yang dimiliki dan mengabaikan kekuasaan dan takdir Allah Swt.

Pendidikan merupakan tugas dan kewajiban hakiki manusia, sehingga dapat meningkatkan kualitas kemanusiaan dalam menghambakan diri kepada Allah Swt. Hal ini berarti kewajiban mendidik itu berada di tangan orang tua dengan tujuan :

Pertama,  mempertahankan kefitrahan anak.

Kefitrahan adalah amanat Allah yang harus dijaga untuk dikembalikan sebagaimana aslinya. Fitrah dasar adalah keberimanan dalam Islam dengan sempurna. Sebagaimana firman Allah Swt dalam surat Ar-Rum ayat 30

 Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah; (tetaplah atas) fitrah Allah yang Telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. tidak ada peubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui[1168],

fitrah Allah: maksudnya ciptaan Allah. manusia diciptakan Allah mempunyai naluri beragama yaitu agama tauhid. kalau ada manusia tidak beragama tauhid, Maka hal itu tidaklah wajar. mereka tidak beragama tauhid itu hanyalah lantara pengaruh lingkungan.

Menjaga agama diri dan anak-anak kita harus dalam iklim keluarga beragama yang mencerminkan perilaku yang berlandaskan iman dengan amalan syariat yang istiqamah. Dengan demikian seluruh keluarga akan terpayungi dari bahaya kekufuran dan kemusyrikan

Kedua, memelihara akhlakul karimah

Akhlaqul karimah adalah citra dan potret seorang muslim yang memelihara kefitrahan. Salah satu tugas Rasulullah saw disamping untuk menegakkan iman Islam adalah untuk menegakkan akhlak yang mulia, sebagaimana sabdanya : “Innama buistu liutammima makarimal akhlaq” – sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlaq yang mulia. (HR. Tabrani)

Akhlaq mulia ini tidak bisa dipelajari sebagai ilmu pengetahuan, tetapi harus diajarkan dengan perilaku dan contoh yang penuh hikmah sehingga anak-anak dapat meneladaninya dengan ikhlas. Demikianlah Rasulullah Saw memperbaiki akhlaq ummat pada masanya dengan keteladanan yang sempurna.

Ketiga, memberikan kecakapan hidup

Kecakapan hidup adalah kemampuan untuk menjalani kehidupan dengan tepat dan dilandasi oleh kebenaran. Cakap memandang masalah dengan berbaik sangka. Cakap menerima segala kebahagiaan dan kesusahan sebagai takdir Allah yang harus diterima dengan ikhlas. Cakap memahami hidup sebagai hamba Allah yang hidup dalam lingkungan sosial.  Cakap saling berbagi dengan sesama. Akhirnya cakap memperjuangkan kualitas hidupnya dengan modal akal, rasa dan keimanan yang dimilikinya.

Keempat, memberikan bekal ilmu pengetahuan dan teknologi.

Ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan keharusan dalam mengarungi hidup yang terus berkembang. Dalam peradaban yang semakin maju seperti yang sedang kita jalani saat ini, kecenderungan penistaan terhadap kemanusiaan sangat kuat. Ilmu pengetahuan dan teknologi yang terus berkembang, dan jika tidak dilandasi dengan iman akan mewujud menjadi perlaku-perilaku fasad – pengerusakan. Sebaliknya manusia yang beriman, yang shaleh tetapi tidak mengikuti perkembangan peradaban akan sulit menyesuaikan diri dan gagap dalam menghadapi kehidupan. Kegagapan ini akan menyebabkan kita akan semakin terpinggirkan dalam kehidupan, kalah bersaing dan akhirnya gagal melaksanakan tugas dan fungsi sebagai abd lillah dan sebagai khalifah fil ardh.

Pandangan kita tentang kemajuan dan tuntutan kemampuan manusia untuk memberikan jawaban kemaslahatan terhadap kemajuan tersebut mengukuhkan keberadaan pendidikan sebagai sunnatullah. Keduanya, perubahan dan pendidikan sebagai sunnatullah merupakan jawaban terhadap perkembangan kehidupan manusia yang akan semakin sulit. Hal ini telah ditunjukan oleh Allah swt dalam Al-Qur’an bagaimana ilmu yang diajarkan kepada Adam menyebabkan manusia memiliki kelebihan dari malaikat. Dengan ibadah yang didasari ilmu yang benar , manusia menduduki tempat terhormat baik di hadapan dunia maupun dihadapan Allah swt.,

Keempat tujuan tersebut harus dibangun dari keluarga, sehingga benteng pertama dan terakhir pendidikan bagi ummat Islam adalah keluarga. Seseorang yang telah memiliki landasan kefitrahan, landasan akhlaqul karimah ia akan mampu menjalani hidup dengan sempurna. Ia akan dimuliakan oleh Allah karena iman dan taqwanya, akan dihargai oleh sesama manusia karena akhlaqnya dan menjaga kehormatan diri yang kuat menyebabkan seseorang tidak melakukan hal-hal yang akan menurunkan derajat kemanusiaannya seperti malas, berbuat yang tidak terpuji dan sejenisnya.

Dalam kaitannya dengan kehidupan kekinian, kadang masyarakat tidak mampu mendidik anaknya karena berbagai keterbatasan, maka hendaklah kita menyerahkan pendidikan kepada lembaga yang dapat dipertanggungjawabkan dapat memelihara iman, membina akhlak, memberi kecakapan hidup dan ilmu pengetahuan serta teknologi yang menunjang.

Semoga kita tergolong orang yang diberikan taufiq untuk bertanggungjawab terhadap pendidikan anak sejak dini dan semoga anak cucu kita tergolong generasi rabbi radhiya sebagaimana yang difirmankan Allah dalam surat Maryam ayat 15 :

Kesejahteraan atas dirinya pada hari ia dilahirkan dan pada hari ia meninggal dan pada hari ia dibangkitkan hidup kembali.

 

Jumat, 30 Desember 2011

Tips Sabar atas Musibah

Tips kesabaran atas musibah merupakan lanjutan dari beberapa tips untuk meyelesaikan masalah pribadi secara mandiri, beberapa hari yang lalu kami juga share tips menjadi orang sabar belajar. Tips ini secara tidak langsung dilatar belakangi berita yang sangat mengejutkan yaitu tsunami di Jepang.

Sabar adalah salah satu key keberhasilan, ada ungkapan “man sabara dhafara” barang siapa bersabar maka akan memperoleh (yang dicita-citakan). Ada keterkaitan antara sabar dan syukur, keduanya seolah tema adik dan kakak. Sabar biasanya ditujukan kepada orang yang berduka sedangkan syukur ditujukan kepada orang yang memperoleh kenikmatan. Kedua perbuatan ini tidak mudah, meskipun kelihatan lahirnya mudah bersyukur ketimbang bersabar. tetapi membutuhkan ketelitian bertindak. Tidak sabar membuat putus asa sedangkan tidak bersyukur melahirkan kerakusan tersendiri

1. Ingatlah selalu akan nikmat Allah, bukankah lebih banyak nikmat yang diberikan daripada musibah yang ditimpakan kepada hambanya. Kalau anda umur 30 tahun, dan sekarang ini mendapat musibah selama satu tahun saja, itu artinya Allah masih banyak mencurahkan nikmat daripada musibah. Rasulullah mewanti wanti agar selalu mengingat Allah dalam keadaan lapang, maka Allah pasti akan selalu mengingat dalam keadaan sempit.

2. Tidak ada kesulitan yang terus menerus, Allah menciptakan makhluknya berpasang pasangan, ada laki-perempuan, bumi-langit, siang-malam, dan Allah pasti menciptakan kesulitan dan jodohnya yaitu kemudahan. Kalau saat ini belum juga dipertemukan, anggap saja seperti seseorang yang masih dalam tahap pencarian jodoh. Al Qur'an mengingatkan hal itu berulang kali (QS.al Insyirah: 5-6)
فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا. إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا
Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.

3. Tanamkan dalam lubuk hati yang dalam bahwa kunci keberhasilan adalah sabar, Ayam yang ingin menetaskan telur saja harus bersabar meng-erami telurnya 21 hari, dalam kondisi yang demikian ayam tidak makan dan tidak minum (baca: puasa) kecuali benar benar perlu.

4. Kalau kondisi sudah benar benar dalam kondisi klimaks, maka ingatlah dengan perkataan Ali ra;
الصَبْرُ مِنَ الأمُوْرِ بِمَنْزِلَةِ الرَّء سِ مِنَ الْجَسَدِ
Sabar dalam sebuah masalah itu (bagaikan) kedudukan kepala dalam jasad.
Alangkah mengerikannya jika menghadapi masalah tidak sabar, seperti mengerikannya jasad yang tak berkepala.

5. Musibah yang bukan karma, adalah ujian saja. Berbahagialah orang yang sedang di uji oleh Allah kerena ia akan naik peringkat. Kalau anda ingin menyelesaikan jenjang pendidikan pastinya ujian adalah masa yang paling mendebarkan dan moment yang di tunggu tunggu.

Dengan berbuat sabar tentu kita akan menjadi pribadi yang damai, tidak ikut ikutan dan melangkah penuh percaya diri amin ya rabb.

Kamis, 29 Desember 2011

SEJARAH NURUL QUR'AN PAGUTAN

Pondok Pesantren Nurul Qur'an berdiri sekitar tahun 1900-an. Di dirikan oleh TGH. Abdul Hamid. Lokasi Pondok pesantren ini di sekitar masjid Al-Hamidy yang sekarang. Pada tahun 1932 Pondok ini berkembang dengan pesat. santrinya tidak sajak berasal dari pulau Lombok, tetapi juga berasal dari pulau Bali dan pulau Sumbawa. karena perkembangan santri yang begitu pesat sehingga lokasi yang ada menjadi sempit. Suyukurlah pada sekitar tahun 1940 TGH. Abdul Hamid mendapat hibah tanah seluas 10 hektar dari penguasa Mantang, di Jurang Satek.

Pada tahun 1940, TGH. Abdul Hamid membuat sekitar 400 pondok di lokasi yang baru ini. Sesudah pondok ini rampung, Tuan Guru memindahkan santri-santrinya ke lokasi yang baru. lokasi ini lebih luas, lebih nyaman dan aman. sedangkan TGH. Abdul Hamid pulang pergi antara Pagutan dan Jurang Satek, dua hari dalam seminggu (kamis dan jum'at) berada di Pagutan dan lima hari selebihnya berada di Mantang.

Pada masa pendudukan Jepang sekitar tahun 1942, pondok ini di ambil alih oleh penjajah Jepang sebagai asrama tentara. Separuh di tempati oleh tentara Jepang dan separuhnya ditempati oleh santri.

Ketenangan santri mulai tidak aman lagi dan tahun 1944 asrama tentara yang tidak lain adalah Pondok Pesantren Nurul Qur'an di bombardir oleh tentara sekutu dan semuanya di bumi hanguskan dan rata dengan tanah.

Tuan Guru Haji Abdul Hamid kembali membawa sisa-sisa muridnya ke Pagutan ke lokasi semula. Setelah TGH. Abdul Hamid wawat, pondok ini di wakilkan oleh putra beliau yakni TGH. Ahmad Mali, sementara lokasi pondok tetap dua tempat, sebagian ada di Jurang Satek dan sebagian ada di Pagutan. Pada tahun 1961-1970 pondok ini tidak saja di pimpin oleh TGH. Ahmad Mali, tetapi di bantu oleh putra beliau yakni TGH. Mustadjab.

Selasa, 27 Desember 2011

HAUL KE-42 TGH MUSTADJAB


Sabtu, 24 Desember 2011
Acara haul TGH Mustajab ke-42 yang dipusatkan di Madrasah Nurul Qur’an Pagutan berlangsung dengan sukses. Hal ini dapat dilihat dari kegiatan yang dilaksanakan sebelum dan sesudah acara inti haul tersebut, animo masyarakat yang sangat besar mengikuti rangkaian acara tersebut dan para undangan yang hadir
pada malam itu.
Pada kesempatan itu hadir Walikota Mataram H. Ahy
ar Abduh dalam sambutannya disampaikan beberapa program kota Mataram yang berkaitan dengan kesehatan, pendidikan dan infra struktur yang sedang dilakukan di kota Mataram, hal ini juga menjadi jawaban dari apa yang dilontarkan Ketua NU Kota Mataram Fairuzzabadi.
Sementara itu, Ketua NU Fairuzzabadi dengan gaya guyonan Abumacelnya menyampaikan apa saja prog
ram kegiatan haul tahun ini. Beberapa hal yang sudah dan akan di lakukan berkaitan dengan memeriahkan haul ke-42 kali ini, berupa pengelolaan bank sampah, pelatihan teknisi handphone dan pelatihan pemberdayaan perempuan lainnya yang memang dibutuh
kan oleh masyarakat Pagutan. Dan masyarakat pagutan akan terus mendukung program-program yang dilakukan oleh pemerintah melalui Walikota Mataram.
Acara haul ini ditutup dengan ziarah makan yang dilaksankan di Jurang Sate Lombok Tengah pada hari minggu esok harinya. Hadir pada kesempatan tersebut Kepala Dinas Kementrian agama NTB, Wakil Bupati Lombok Tengah dan beberapa pejabat pemerintah dan tokoh masyarakat dan alumni jamaah almarhum TGH Mustajab.
“Mengenang jasa-jasa almarhum dan melanjutkan apa yang sudah dilakukan pendahu kita merupakan suatu kewajiban bagi kita kaum muslim dan juga menyambung tali silaturrahmi” hal ini dilontarkan oleh Kepala Dinas Keementrian Agama NTB, sementara itu Wakil Bupati akan mendukung apa saja kegiatan dari program-program yang akan dilaksanakan berkaitan dengan pendidikan. Disamping itu juga disampaiakn perkembangan Kabupaten Lombok Tengah termasuk keberadaan Bandara Internasional yang ada di Lombok Tengah.

Minggu, 11 Desember 2011

FUNBIKE MARAK LAGI DI MATARAM

Dalam 1,5 bulan terakhir, sudah tiga kali diadakan acara funbike di kota Mataram, animo masyarakat terlihat cukup tinggi dilihat dari jumlah peserta yang semakin bertambah. Berbagai kalangan dan usia berbaur mengikuti acara tersebut, dari siswa sekolah dasar sampai yang sudah pensiun.

Acara funbike ini diselenggarakan oleh berbagai organisasi, lembaga, perusahaan, seperti Golkar, Lombok Post / Korpri, dan Bank BTN dalam rangka memeriahkan perayaan ulang tahun dan juga memperkenalkan produk-produk mereka. Penyelenggara berusaha semaksimal mungkin menggaet peserta lewat media masa dan door prize yang menggoda. Sehingga jumlah peserta mencapai ribuan.

Rute yang dilalui seputar Mataram dan Lombok Barat. Hal ini tidak membuat peserta terlalu lelah. Beberapa peserta yang ditemui mengatakan “saya cukup lama tidak pernah naik sepeda” ujar Saepudin salah satu peserta dari Kr. Kemong Cakranegara. Mudah-mudahan even ini membuat saya kembali berolahraga sepeda lanjunya. Ada juga beberapa komunitas yang mengatakan kalau rute yang dilalui tidak terlalu melelahkan, tidak seperti apa yang biasa dilakukan oleh komunitas mereka.

Komunitas sepeda ontel cukup aktif mengikuti even-even seperti ini, komunitas ini cukup unik terihat dari sepeda yang memang keluaran bahuela namun masih kuat dan antik serta pakaian mereka yang jarang menggunakan kaos yang diberikan pihak panitia. Mereka menggunakan kostum yang senada dengan sepeda, seperti pakaian petani, pejuang, sampai dengan mengenakan jas lengkap dengan dasi dan sepatu mengkilat.

Berbagai macam doorprize yang disediakan panitia dari yang jam dinding, dispenser, kulkas, handphone, mesin cuci, sepeda, motor sampai dengan 1 buah rumah. Saat-saat yang dinanti setelah menikmati snack dan hiburan yang disediakan panitia. Sambil bergurau, Anto mengatakan “kalau untung saya mau kulkas 2 pintu, tidak terlalu repot membawanya, kalau dapat rumah mau ditaruh dimana, lahan pekarangan saya kecil”.

Sayang semangat menabung yang sedang digalakkan tidak nampak dalam undian doorprize, buktinya tidak ada satupun panitia yang menyiapakan hadiah berupa tabungan dalam hadiah-hadiah merek, ungkap sapar.

Sabtu, 10 Desember 2011

Tidur Juga Sehat

Ini adalah konsep kesehatan modern dimana berolah raga rutin dan menjaga keseimbangan nutrisi saja tidak cukup untuk mencapai kesehatan yang optimal. Kesehatan tidur, kini justru menjadi elemen penting bagi kesehatan dan kualitas hidup seseorang.

Tidur yang sehat akan memberikan vitalitas dan kebugaran yang akan meningkatkan produktivitas seseorang. Sayang masyarakat kita masih mengabaikan kesehatan tidur. Akibatnya, tanpa kita perhatikan, masalah tidur telah memperberat, bahkan menyebabkan berbagai masalah sosial.

Lihat sekeliling kita masih banyak orang-orang yang sering merasa lelah, lamban, sulit berkonsentrasi, bahkan emosional tak menyadari masalah yang diidapnya. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa dengan menambah jam tidur siswa di suatu sekolah, telah dapat meningkatkan prestasi akademis, prestasi olah raga serta menurunkan angka kenakalan remaja. Ya, manfaat tidur jelas positif bagi kesehatan, kemampuan kognitif dan stabilitas emosional.

Juga, tahukah Anda, bahwa kemampuan analisa untuk mengambil keputusan yang tepat dipengaruhi oleh tidur yang sehat? Begitu pula dengan kemauan untuk berempati, dan menerima kritik. Kualitas-kualitas yang harus dimiliki seorang pemimpin.

Sehari-hari kita juga masih melihat pekerja yang terus mengonsumsi minuman berenergi untuk meningkatkan performa. Kecelakaan kerja atau lalu lintas masih terjadi akibat kantuk serta penderita penyakit-penyakit kronis terus bertambah. Padahal ini semua bisa dicegah.

Ngorok atau mendengkur adalah kebiasaan yang dianggap biasa oleh masyarakat kita. Padahal efeknya luar biasa bagi kesehatan dan kualitas hidup seseorang. Pada anak, bahkan bisa mengakibatkan gangguan tumbuh kembang.

Atasi mendengkur, kita akan dapat mencegah terjadinya hipertensi, diabetes, penyakit jantung, obesitas, stroke hingga kematian. Dengkuran dan rasa mengantuk berlebih merupakan ciri utama dari sleep apnea, henti nafas saat tidur.

Kantuk berlebih jelas mengganggu produktivitas dan kualitas hidup seseorang. Tapi efek kekurangan oksigen juga dapat merusak bagian-bagian tertentu di otak.

(Dari berbagai sumber)

Komunitas Blog Kampung Media

http://www.youtube.com/watch?v=vG8vV27O8mI. Diberdayakan oleh Blogger.

Followers