Selasa, 24 Januari 2012

Angin Kencang Datang Lagi

Dua hari terakhir ini angin kencang dibarengi dengan hujan kembali melanda kota Mataram dan Lombok Barat. Banyak masyarakat yang menghubungkannya dengan tahun baru cina, biasanya kalau datang tahun baru cina angin bertiup kencang dan turun hujan. Cuaca yang kadang-kadang cerah dengan cepat berubah mendung dan turun hujan.
Akibat kencangnya angin, masyarakat yang memiliki pohon disekitar rumah beramai-ramai memangkas dahan bahkan ada yang menebang pohon mereka. Daripada anak-anak atau kita kena pohon jatuh dan merusak rumah, mending dipangkas saja, ujar Mustain salah satu warga. Ada yang melakukannya sendiri atau mengupah orang untuk melakukannya.
Lumayan kayu dahan atau pohon masih bisa dipakai kayu bakar kalau harga minyak tanah mahal, padahal mereka sudah cukup lama dibagikan kompos gas konversi BBM. Saya masih belum berani makai kompor gas takut meledak, kata Imah.
Orang tua juga melarang anak-anak mereka bermain terlalu jauh, kalu bisa jangan keluar rumah daripada ditimpa pohon tumbang atau dahan yang patah. Mereka akan mudah terkena penyakit terutama pilek dan batuk, debu beterbangan kesana kemari membawa apa saja yang mudah diterbangkan.
Lumayan kayu dahan atau pohon masih bisa dipakai kayu bakar kalau harga minyak tanah mahal, padahal mereka sudah cukup lama dibagikan kompos gas konversi BBM. Saya masih belum berani makai kompor gas takut meledak, kata Imah.
Angin kencang juga mengakibatkan nelayan yang ada menaikkan kedarat perahu mereka daripada harus terus-terusan dihempas gelombang. Ndak tahu kapan bisa melaut lagi kalau cuaca terus begini, saya harus mencari pekerjaan apa saja untuk menyambung hidup anak istri, saat ditanya tentang angin kencang ini.

Minggu, 22 Januari 2012

Rumah Kreatif Kembangkan WALL dan PLIK


Rumah Kreatif Warga Merdeka yang digagas sejumlah warga di Lingkungan Presak Timur Kelurahan Pagutan Kota Mataram, mengembangkan perpustakaan kolektif yang dinamakan WALL. Konsep perpustakaan Wide Area Linked Library (WALL) itu menjadikan areal lingkungan tempat tinggal warga sebagai perpustakaan dengan kawasan yang luas dan saling terhubung.
Selain WALL, Rumah Kreatif yang pembangunan gedungnya kini sedang berlangsung itu juga akan menyelenggarakan Pusat Layanan Internet Kecamatan (PLIK). Sebagaimana diketahui, sejumlah PLIK yang sudah terinstalasi sebagian besar belum berjalan aktif. Salah satu PLIK yang kurang diminati masyarakat, yakni di Kantor Kecamatan Mataram, bakal dipindahkan ke Rumah Kreatif yang dikelola warga Lingkungan Presak Timur itu.
Mengenai WALL, salah seorang aktivis Rumah Kreatif Warga Merdeka Muhammad Arief, menjelaskan konsep WALL adalah konsep pendataan setiap bahan bacaan yang dimiliki rumahtangga masing-masing warga. Rumah Kreatif, kata Arief lagi, bertugas membuat database bahan bacaan milik warga untuk dimasukkan ke dalam WALL.
“Konsep ini mendorong warga untuk saling bertukar-baca dan merangsang warga untuk terus-menerus menambah koleksi buku mereka. Di Perpustakaan Rumah Kreatif tidak banyak koleksi bukunya, tapi kami memiliki database seribu sampai duaribu bahan bacaan yang ada di rumah-rumah warga,” terang Arief.
Secara berkala, warga akan mendapatkan daftar koleksi bahan bacaan (katalog) yang di database Rumah Kreatif. Dengan katalog ini warga akan mengetahui bahan bacaan apa saja yang tersedia dan berada di rumah siapa. Para pustakawan di Rumah Kreatif inilah yang akan menghubungkan pelanggan WALL dengan pemilik buku yang ada di rumah-rumah warga.
Saat ini pembangunan Gedung Rumah Kreatif Warga Merdeka sedang berlangsung. Lokasi gedung di salah satu halaman rumah warga itu menggunakan biaya swadaya warga sebesar Rp 15 juta. Rumah Kreatif juga sudah mengajukan permohonan bantuan kepada Pemkot Mataram untuk biaya pembangunan gedung dan dijanjikan bulan Maret mendatang direalisasi.
“Ya, Insya Allah bulan Maret nanti sudah cair dananya,” jelas Kabag Kesra Pemkot Mataram H Alwi sebagaimana disampaikan H Hul salah seorang Kasubag di Bagian Kesra Pemkot Mataram.

Sabtu, 21 Januari 2012

Mengatasi Asam Urat

Asam urat atau rematik gout (gout artritis) adalah hasil dari metabolisme tubuh oleh salah satu protein, purin dan ginjal. Dalam kaitan ini, ginjal berfungsi mengatur kestabilan kadar asam urat dalam tubuh dimana sebagian sisa asam urat dibuang melalui air seni.

 Namun bila asam urat berlebihan dan ginjal tidak mampu lagi mengatur kestabilannya, maka asam urat in akan menumpuk pada jaringan dan sendi. Pada saat kadar asam urat tinggi, akan timbul rasa nyeri yang hebat terutama pada daerah persendian.

 Asam urat dapat diobati agar kadar dalam tubuhnya kembali normal. Tapi karena dalam tubuhnya ada potensi penumpukan asam urat, maka penderita harus mengontrol makanan yang dikonsumsi atau menghindari makanan yang banyak mengandung purin.

 Asam urat sudah dikenal sejak 2.000 tahun yang lalu dan menjadi salah satu penyakit tertua yang dikenal manusia. Dulu, penyakit ini juga disebut “penyakit para raja” karena penyakit ini diasosiasikan dengan kebiasaan mengonsumsi makanan dan minuman yang enak-enak.

 Setiap orang dapat terkena penyakit asam urat. Tetapi umumnya, banyak dialami para pria, sedangkan pada perempuan persentasenya kecil dan baru muncul setelah menopause. Kadar asam urat kaum pria cenderung meningkat sejalan dengan peningkatan usia. Pada wanita, peningkatan itu dimulai sejak masa menopause. Karena itu, kita perlu mewaspadai gejala-gejalanya.

 Gejala Asam Urat

Ø  Kesemutan dan linu

Ø  Nyeri terutama pada malam hari atau pagi hari saat bangun tidur.

Ø  Sendi yang terkena asam urat terlihat bengkak, kemerahan, panas dan nyeri luar biasa pada malam dan pagi.

 Solusi Mengatasi Asam Urat

Ø  Melakukan pengobatan hingga kadar asam urat kembali normal. Kadar normalnya adalah 2.4 hingga 6 untuk wanita dan 3.0 hingga 7 untuk pria.

Ø  Kontrol makanan yang dikonsumsi.

Ø  Banyak minum air putih. Dengan banyak minum air putih, kita dapat membantu membuang purin yang ada dalam tubuh.

 Makanan yang Dihindari (mengandung banyak purin)

Ø  Lauk pauk seperti jeroan, hati, ginjal, limpa, babat, usus, paru dan otak.

Ø  Makanan laut seperti udang, kerang, cumi, kepiting.

Ø  Makanan kaleng seperi kornet dan sarden.

Ø  Daging, telur, kaldu atau kuah daging yang kental.

Ø  Kacang-kacangan seperti kacang kedelai (termasuk hasil olahannya seperti tempe, tauco, oncom, susu kedelai), kacang tanah, kacang hijau. 

 Obat Traditional Asam Urat :

Ø  Sirsak. Dimakan begitu saja atau dijuice, dimakan/minum tiap hari

Ø  Daun salam 7 lembar direbus dengan dua gelas air, sampai tinggal 1 gelas,  diminum pagi dan sore

Ø  labu siam diparut kemudian disaring diambil airnya diminum tiap hari.

Ø  Cuka apel yang sudah jadi dan dicampur madu dengan ukuran satu sendok madu ditambah 2 sendok makan cuka apel plus air hanagt dan diminum selama 1 minggu

Ø  kentang mentah dan apel malang dijuice.

(berbagai sumber)

Mengatasi Asam Urat

Asam urat atau rematik gout (gout artritis) adalah hasil dari metabolisme tubuh oleh salah satu protein, purin dan ginjal. Dalam kaitan ini, ginjal berfungsi mengatur kestabilan kadar asam urat dalam tubuh dimana sebagian sisa asam urat dibuang melalui air seni.

 Namun bila asam urat berlebihan dan ginjal tidak mampu lagi mengatur kestabilannya, maka asam urat in akan menumpuk pada jaringan dan sendi. Pada saat kadar asam urat tinggi, akan timbul rasa nyeri yang hebat terutama pada daerah persendian.

 Asam urat dapat diobati agar kadar dalam tubuhnya kembali normal. Tapi karena dalam tubuhnya ada potensi penumpukan asam urat, maka penderita harus mengontrol makanan yang dikonsumsi atau menghindari makanan yang banyak mengandung purin.

 Asam urat sudah dikenal sejak 2.000 tahun yang lalu dan menjadi salah satu penyakit tertua yang dikenal manusia. Dulu, penyakit ini juga disebut “penyakit para raja” karena penyakit ini diasosiasikan dengan kebiasaan mengonsumsi makanan dan minuman yang enak-enak.

 Setiap orang dapat terkena penyakit asam urat. Tetapi umumnya, banyak dialami para pria, sedangkan pada perempuan persentasenya kecil dan baru muncul setelah menopause. Kadar asam urat kaum pria cenderung meningkat sejalan dengan peningkatan usia. Pada wanita, peningkatan itu dimulai sejak masa menopause. Karena itu, kita perlu mewaspadai gejala-gejalanya.

 Gejala Asam Urat

Ø  Kesemutan dan linu

Ø  Nyeri terutama pada malam hari atau pagi hari saat bangun tidur.

Ø  Sendi yang terkena asam urat terlihat bengkak, kemerahan, panas dan nyeri luar biasa pada malam dan pagi.

 Solusi Mengatasi Asam Urat

Ø  Melakukan pengobatan hingga kadar asam urat kembali normal. Kadar normalnya adalah 2.4 hingga 6 untuk wanita dan 3.0 hingga 7 untuk pria.

Ø  Kontrol makanan yang dikonsumsi.

Ø  Banyak minum air putih. Dengan banyak minum air putih, kita dapat membantu membuang purin yang ada dalam tubuh.

 Makanan yang Dihindari (mengandung banyak purin)

Ø  Lauk pauk seperti jeroan, hati, ginjal, limpa, babat, usus, paru dan otak.

Ø  Makanan laut seperti udang, kerang, cumi, kepiting.

Ø  Makanan kaleng seperi kornet dan sarden.

Ø  Daging, telur, kaldu atau kuah daging yang kental.

Ø  Kacang-kacangan seperti kacang kedelai (termasuk hasil olahannya seperti tempe, tauco, oncom, susu kedelai), kacang tanah, kacang hijau. 

 Obat Traditional Asam Urat :

Ø  Sirsak. Dimakan begitu saja atau dijuice, dimakan/minum tiap hari

Ø  Daun salam 7 lembar direbus dengan dua gelas air, sampai tinggal 1 gelas,  diminum pagi dan sore

Ø  labu siam diparut kemudian disaring diambil airnya diminum tiap hari.

Ø  Cuka apel yang sudah jadi dan dicampur madu dengan ukuran satu sendok madu ditambah 2 sendok makan cuka apel plus air hanagt dan diminum selama 1 minggu

Ø  kentang mentah dan apel malang dijuice.(berbagai sumber

Minggu, 08 Januari 2012

MENYIKAPI PENDIDIKAN

Sebagai seorang yang beriman kepada Allah dan RasulNya, setiap orang wajib meningkatkan kualitas keberimanannya, kualitas kemanusiaan sebagai amanah kehambaan yang dianugrahkan Allah dan kualitas hidup sebagai wahana untuk menunjukkan kehambaan kepada Allah Swt. Peningkatan itu semua harus dilakukan melalui pendidikan yang secara sadar ditanamkan dan diniatkan. Sikap beriman yang benar tidak akan kita pahami tanpa ilmu, menjadi manusia yang berkualitas tidak mungkin terwujud tanpa ilmu demikian pula kualitas hidup yang baik sebagai sarana ibadah juga tidak akan terjangkau tanpa ilmu.

Dalam konteks ini jelas sekali Allah Swt menjanjikan kedudukan yang mulia dan kehidupan yang baik bagi orang berilmu sebagaimana firmannya dalam surat Al Mujadilah

Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. dan Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.

Ayat ini secara sosial sangat jelas bisa dibuktikan. Orang yang berilmu dan ilmunya memberi manfaat kepada orang lain, ia akan dihormati, disegani dan diberikan kedudukan yang lebih tinggi dalam masyarakat. Apalagi dihadapan Allah. Insya Allah. Ilmu yang dimiliki seseorang akan memudahkan hidupnya. Ilmu agama akan memperbaiki ibadah dan amal shaleh, ilmu dunia akan memudahkan untuk menyesuaikan diri dengan tantangan zaman yang dihadapi dan sekaligus menyebar manfaat untuk orang banyak yang berarti kita telah merengkuh dua hasil sekaligus yaitu kesejahteraan diri dan masyarakat dan pahala berlimpah dari Allah Swt. Sungguh betapa nikmatnya orang berilmu dan mengamalkan ilmunya untuk kemaslahatan bersama. Rasulullah Saw menggambarkan kenikmatan itu dengan sabdanya :

  "Barangsiapa yang menjalani perjalanan menuntut ilmu, maka dimudahkan baginya jalan menuju sorga".

Kemudahan yang dijanjikan seperti itu dapat dipahami bahwa menuntut ilmu itu merupakan amal shaleh yang mendapatkan ganjaran pahala dari Allah Swt dan hasil belajar atau ilmu yang diperoleh akan menjadi bekal hidup yang dapat digunakan untuk memecahkan berbagai permasalahan sehingga dapat melaksanakan ibadah dengan nyaman. Inilah yang merupakan gambaran yang dikemukakan oleh Rasulullah, memudahkan jalan ke sorga.

Permasalahan yang menggejala saat ini adalah sebagian diantara kita yang tidak memahami pendidikan dengan benar, sehingga salah dalam melaksanakan tugas memberi bekal pendidikan yang baik kepada anak – anak maupun untuk diri sendiri. Sebagian kita mempersempit arti pendidikan dengan menyekolahkan anak atau memasukkan anak ke sekolah. Bahkan ada orang yang sangat khawatir ketika anaknya tidak diterima di sekolah tertentu atau tidak lulus ujian, tetapi tidak terlalu khawatir dengan kondisi iman dan akhlaknya. Pola hidup yang demikian menunjukkan betapa kita telah terlalu jauh menggantungkan masa depan anak-anak kita pada ijazah yang dimiliki dan mengabaikan kekuasaan dan takdir Allah Swt.

Pendidikan merupakan tugas dan kewajiban hakiki manusia, sehingga dapat meningkatkan kualitas kemanusiaan dalam menghambakan diri kepada Allah Swt. Hal ini berarti kewajiban mendidik itu berada di tangan orang tua dengan tujuan :

Pertama,  mempertahankan kefitrahan anak.

Kefitrahan adalah amanat Allah yang harus dijaga untuk dikembalikan sebagaimana aslinya. Fitrah dasar adalah keberimanan dalam Islam dengan sempurna. Sebagaimana firman Allah Swt dalam surat Ar-Rum ayat 30

 Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah; (tetaplah atas) fitrah Allah yang Telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. tidak ada peubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui[1168],

fitrah Allah: maksudnya ciptaan Allah. manusia diciptakan Allah mempunyai naluri beragama yaitu agama tauhid. kalau ada manusia tidak beragama tauhid, Maka hal itu tidaklah wajar. mereka tidak beragama tauhid itu hanyalah lantara pengaruh lingkungan.

Menjaga agama diri dan anak-anak kita harus dalam iklim keluarga beragama yang mencerminkan perilaku yang berlandaskan iman dengan amalan syariat yang istiqamah. Dengan demikian seluruh keluarga akan terpayungi dari bahaya kekufuran dan kemusyrikan

Kedua, memelihara akhlakul karimah

Akhlaqul karimah adalah citra dan potret seorang muslim yang memelihara kefitrahan. Salah satu tugas Rasulullah saw disamping untuk menegakkan iman Islam adalah untuk menegakkan akhlak yang mulia, sebagaimana sabdanya : “Innama buistu liutammima makarimal akhlaq” – sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlaq yang mulia. (HR. Tabrani)

Akhlaq mulia ini tidak bisa dipelajari sebagai ilmu pengetahuan, tetapi harus diajarkan dengan perilaku dan contoh yang penuh hikmah sehingga anak-anak dapat meneladaninya dengan ikhlas. Demikianlah Rasulullah Saw memperbaiki akhlaq ummat pada masanya dengan keteladanan yang sempurna.

Ketiga, memberikan kecakapan hidup

Kecakapan hidup adalah kemampuan untuk menjalani kehidupan dengan tepat dan dilandasi oleh kebenaran. Cakap memandang masalah dengan berbaik sangka. Cakap menerima segala kebahagiaan dan kesusahan sebagai takdir Allah yang harus diterima dengan ikhlas. Cakap memahami hidup sebagai hamba Allah yang hidup dalam lingkungan sosial.  Cakap saling berbagi dengan sesama. Akhirnya cakap memperjuangkan kualitas hidupnya dengan modal akal, rasa dan keimanan yang dimilikinya.

Keempat, memberikan bekal ilmu pengetahuan dan teknologi.

Ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan keharusan dalam mengarungi hidup yang terus berkembang. Dalam peradaban yang semakin maju seperti yang sedang kita jalani saat ini, kecenderungan penistaan terhadap kemanusiaan sangat kuat. Ilmu pengetahuan dan teknologi yang terus berkembang, dan jika tidak dilandasi dengan iman akan mewujud menjadi perlaku-perilaku fasad – pengerusakan. Sebaliknya manusia yang beriman, yang shaleh tetapi tidak mengikuti perkembangan peradaban akan sulit menyesuaikan diri dan gagap dalam menghadapi kehidupan. Kegagapan ini akan menyebabkan kita akan semakin terpinggirkan dalam kehidupan, kalah bersaing dan akhirnya gagal melaksanakan tugas dan fungsi sebagai abd lillah dan sebagai khalifah fil ardh.

Pandangan kita tentang kemajuan dan tuntutan kemampuan manusia untuk memberikan jawaban kemaslahatan terhadap kemajuan tersebut mengukuhkan keberadaan pendidikan sebagai sunnatullah. Keduanya, perubahan dan pendidikan sebagai sunnatullah merupakan jawaban terhadap perkembangan kehidupan manusia yang akan semakin sulit. Hal ini telah ditunjukan oleh Allah swt dalam Al-Qur’an bagaimana ilmu yang diajarkan kepada Adam menyebabkan manusia memiliki kelebihan dari malaikat. Dengan ibadah yang didasari ilmu yang benar , manusia menduduki tempat terhormat baik di hadapan dunia maupun dihadapan Allah swt.,

Keempat tujuan tersebut harus dibangun dari keluarga, sehingga benteng pertama dan terakhir pendidikan bagi ummat Islam adalah keluarga. Seseorang yang telah memiliki landasan kefitrahan, landasan akhlaqul karimah ia akan mampu menjalani hidup dengan sempurna. Ia akan dimuliakan oleh Allah karena iman dan taqwanya, akan dihargai oleh sesama manusia karena akhlaqnya dan menjaga kehormatan diri yang kuat menyebabkan seseorang tidak melakukan hal-hal yang akan menurunkan derajat kemanusiaannya seperti malas, berbuat yang tidak terpuji dan sejenisnya.

Dalam kaitannya dengan kehidupan kekinian, kadang masyarakat tidak mampu mendidik anaknya karena berbagai keterbatasan, maka hendaklah kita menyerahkan pendidikan kepada lembaga yang dapat dipertanggungjawabkan dapat memelihara iman, membina akhlak, memberi kecakapan hidup dan ilmu pengetahuan serta teknologi yang menunjang.

Semoga kita tergolong orang yang diberikan taufiq untuk bertanggungjawab terhadap pendidikan anak sejak dini dan semoga anak cucu kita tergolong generasi rabbi radhiya sebagaimana yang difirmankan Allah dalam surat Maryam ayat 15 :

Kesejahteraan atas dirinya pada hari ia dilahirkan dan pada hari ia meninggal dan pada hari ia dibangkitkan hidup kembali.

 

MENYIKAPI PENDIDIKAN

Sebagai seorang yang beriman kepada Allah dan RasulNya, setiap orang wajib meningkatkan kualitas keberimanannya, kualitas kemanusiaan sebagai amanah kehambaan yang dianugrahkan Allah dan kualitas hidup sebagai wahana untuk menunjukkan kehambaan kepada Allah Swt. Peningkatan itu semua harus dilakukan melalui pendidikan yang secara sadar ditanamkan dan diniatkan. Sikap beriman yang benar tidak akan kita pahami tanpa ilmu, menjadi manusia yang berkualitas tidak mungkin terwujud tanpa ilmu demikian pula kualitas hidup yang baik sebagai sarana ibadah juga tidak akan terjangkau tanpa ilmu.

Dalam konteks ini jelas sekali Allah Swt menjanjikan kedudukan yang mulia dan kehidupan yang baik bagi orang berilmu sebagaimana firmannya dalam surat Al Mujadilah

Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. dan Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.

Ayat ini secara sosial sangat jelas bisa dibuktikan. Orang yang berilmu dan ilmunya memberi manfaat kepada orang lain, ia akan dihormati, disegani dan diberikan kedudukan yang lebih tinggi dalam masyarakat. Apalagi dihadapan Allah. Insya Allah. Ilmu yang dimiliki seseorang akan memudahkan hidupnya. Ilmu agama akan memperbaiki ibadah dan amal shaleh, ilmu dunia akan memudahkan untuk menyesuaikan diri dengan tantangan zaman yang dihadapi dan sekaligus menyebar manfaat untuk orang banyak yang berarti kita telah merengkuh dua hasil sekaligus yaitu kesejahteraan diri dan masyarakat dan pahala berlimpah dari Allah Swt. Sungguh betapa nikmatnya orang berilmu dan mengamalkan ilmunya untuk kemaslahatan bersama. Rasulullah Saw menggambarkan kenikmatan itu dengan sabdanya :

  "Barangsiapa yang menjalani perjalanan menuntut ilmu, maka dimudahkan baginya jalan menuju sorga".

Kemudahan yang dijanjikan seperti itu dapat dipahami bahwa menuntut ilmu itu merupakan amal shaleh yang mendapatkan ganjaran pahala dari Allah Swt dan hasil belajar atau ilmu yang diperoleh akan menjadi bekal hidup yang dapat digunakan untuk memecahkan berbagai permasalahan sehingga dapat melaksanakan ibadah dengan nyaman. Inilah yang merupakan gambaran yang dikemukakan oleh Rasulullah, memudahkan jalan ke sorga.

Permasalahan yang menggejala saat ini adalah sebagian diantara kita yang tidak memahami pendidikan dengan benar, sehingga salah dalam melaksanakan tugas memberi bekal pendidikan yang baik kepada anak – anak maupun untuk diri sendiri. Sebagian kita mempersempit arti pendidikan dengan menyekolahkan anak atau memasukkan anak ke sekolah. Bahkan ada orang yang sangat khawatir ketika anaknya tidak diterima di sekolah tertentu atau tidak lulus ujian, tetapi tidak terlalu khawatir dengan kondisi iman dan akhlaknya. Pola hidup yang demikian menunjukkan betapa kita telah terlalu jauh menggantungkan masa depan anak-anak kita pada ijazah yang dimiliki dan mengabaikan kekuasaan dan takdir Allah Swt.

Pendidikan merupakan tugas dan kewajiban hakiki manusia, sehingga dapat meningkatkan kualitas kemanusiaan dalam menghambakan diri kepada Allah Swt. Hal ini berarti kewajiban mendidik itu berada di tangan orang tua dengan tujuan :

Pertama,  mempertahankan kefitrahan anak.

Kefitrahan adalah amanat Allah yang harus dijaga untuk dikembalikan sebagaimana aslinya. Fitrah dasar adalah keberimanan dalam Islam dengan sempurna. Sebagaimana firman Allah Swt dalam surat Ar-Rum ayat 30

 Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah; (tetaplah atas) fitrah Allah yang Telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. tidak ada peubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui[1168],

fitrah Allah: maksudnya ciptaan Allah. manusia diciptakan Allah mempunyai naluri beragama yaitu agama tauhid. kalau ada manusia tidak beragama tauhid, Maka hal itu tidaklah wajar. mereka tidak beragama tauhid itu hanyalah lantara pengaruh lingkungan.

Menjaga agama diri dan anak-anak kita harus dalam iklim keluarga beragama yang mencerminkan perilaku yang berlandaskan iman dengan amalan syariat yang istiqamah. Dengan demikian seluruh keluarga akan terpayungi dari bahaya kekufuran dan kemusyrikan

Kedua, memelihara akhlakul karimah

Akhlaqul karimah adalah citra dan potret seorang muslim yang memelihara kefitrahan. Salah satu tugas Rasulullah saw disamping untuk menegakkan iman Islam adalah untuk menegakkan akhlak yang mulia, sebagaimana sabdanya : “Innama buistu liutammima makarimal akhlaq” – sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlaq yang mulia. (HR. Tabrani)

Akhlaq mulia ini tidak bisa dipelajari sebagai ilmu pengetahuan, tetapi harus diajarkan dengan perilaku dan contoh yang penuh hikmah sehingga anak-anak dapat meneladaninya dengan ikhlas. Demikianlah Rasulullah Saw memperbaiki akhlaq ummat pada masanya dengan keteladanan yang sempurna.

Ketiga, memberikan kecakapan hidup

Kecakapan hidup adalah kemampuan untuk menjalani kehidupan dengan tepat dan dilandasi oleh kebenaran. Cakap memandang masalah dengan berbaik sangka. Cakap menerima segala kebahagiaan dan kesusahan sebagai takdir Allah yang harus diterima dengan ikhlas. Cakap memahami hidup sebagai hamba Allah yang hidup dalam lingkungan sosial.  Cakap saling berbagi dengan sesama. Akhirnya cakap memperjuangkan kualitas hidupnya dengan modal akal, rasa dan keimanan yang dimilikinya.

Keempat, memberikan bekal ilmu pengetahuan dan teknologi.

Ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan keharusan dalam mengarungi hidup yang terus berkembang. Dalam peradaban yang semakin maju seperti yang sedang kita jalani saat ini, kecenderungan penistaan terhadap kemanusiaan sangat kuat. Ilmu pengetahuan dan teknologi yang terus berkembang, dan jika tidak dilandasi dengan iman akan mewujud menjadi perlaku-perilaku fasad – pengerusakan. Sebaliknya manusia yang beriman, yang shaleh tetapi tidak mengikuti perkembangan peradaban akan sulit menyesuaikan diri dan gagap dalam menghadapi kehidupan. Kegagapan ini akan menyebabkan kita akan semakin terpinggirkan dalam kehidupan, kalah bersaing dan akhirnya gagal melaksanakan tugas dan fungsi sebagai abd lillah dan sebagai khalifah fil ardh.

Pandangan kita tentang kemajuan dan tuntutan kemampuan manusia untuk memberikan jawaban kemaslahatan terhadap kemajuan tersebut mengukuhkan keberadaan pendidikan sebagai sunnatullah. Keduanya, perubahan dan pendidikan sebagai sunnatullah merupakan jawaban terhadap perkembangan kehidupan manusia yang akan semakin sulit. Hal ini telah ditunjukan oleh Allah swt dalam Al-Qur’an bagaimana ilmu yang diajarkan kepada Adam menyebabkan manusia memiliki kelebihan dari malaikat. Dengan ibadah yang didasari ilmu yang benar , manusia menduduki tempat terhormat baik di hadapan dunia maupun dihadapan Allah swt.,

Keempat tujuan tersebut harus dibangun dari keluarga, sehingga benteng pertama dan terakhir pendidikan bagi ummat Islam adalah keluarga. Seseorang yang telah memiliki landasan kefitrahan, landasan akhlaqul karimah ia akan mampu menjalani hidup dengan sempurna. Ia akan dimuliakan oleh Allah karena iman dan taqwanya, akan dihargai oleh sesama manusia karena akhlaqnya dan menjaga kehormatan diri yang kuat menyebabkan seseorang tidak melakukan hal-hal yang akan menurunkan derajat kemanusiaannya seperti malas, berbuat yang tidak terpuji dan sejenisnya.

Dalam kaitannya dengan kehidupan kekinian, kadang masyarakat tidak mampu mendidik anaknya karena berbagai keterbatasan, maka hendaklah kita menyerahkan pendidikan kepada lembaga yang dapat dipertanggungjawabkan dapat memelihara iman, membina akhlak, memberi kecakapan hidup dan ilmu pengetahuan serta teknologi yang menunjang.

Semoga kita tergolong orang yang diberikan taufiq untuk bertanggungjawab terhadap pendidikan anak sejak dini dan semoga anak cucu kita tergolong generasi rabbi radhiya sebagaimana yang difirmankan Allah dalam surat Maryam ayat 15 :

Kesejahteraan atas dirinya pada hari ia dilahirkan dan pada hari ia meninggal dan pada hari ia dibangkitkan hidup kembali.

 

Jumat, 30 Desember 2011

Tips Sabar atas Musibah

Tips kesabaran atas musibah merupakan lanjutan dari beberapa tips untuk meyelesaikan masalah pribadi secara mandiri, beberapa hari yang lalu kami juga share tips menjadi orang sabar belajar. Tips ini secara tidak langsung dilatar belakangi berita yang sangat mengejutkan yaitu tsunami di Jepang.

Sabar adalah salah satu key keberhasilan, ada ungkapan “man sabara dhafara” barang siapa bersabar maka akan memperoleh (yang dicita-citakan). Ada keterkaitan antara sabar dan syukur, keduanya seolah tema adik dan kakak. Sabar biasanya ditujukan kepada orang yang berduka sedangkan syukur ditujukan kepada orang yang memperoleh kenikmatan. Kedua perbuatan ini tidak mudah, meskipun kelihatan lahirnya mudah bersyukur ketimbang bersabar. tetapi membutuhkan ketelitian bertindak. Tidak sabar membuat putus asa sedangkan tidak bersyukur melahirkan kerakusan tersendiri

1. Ingatlah selalu akan nikmat Allah, bukankah lebih banyak nikmat yang diberikan daripada musibah yang ditimpakan kepada hambanya. Kalau anda umur 30 tahun, dan sekarang ini mendapat musibah selama satu tahun saja, itu artinya Allah masih banyak mencurahkan nikmat daripada musibah. Rasulullah mewanti wanti agar selalu mengingat Allah dalam keadaan lapang, maka Allah pasti akan selalu mengingat dalam keadaan sempit.

2. Tidak ada kesulitan yang terus menerus, Allah menciptakan makhluknya berpasang pasangan, ada laki-perempuan, bumi-langit, siang-malam, dan Allah pasti menciptakan kesulitan dan jodohnya yaitu kemudahan. Kalau saat ini belum juga dipertemukan, anggap saja seperti seseorang yang masih dalam tahap pencarian jodoh. Al Qur'an mengingatkan hal itu berulang kali (QS.al Insyirah: 5-6)
فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا. إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا
Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.

3. Tanamkan dalam lubuk hati yang dalam bahwa kunci keberhasilan adalah sabar, Ayam yang ingin menetaskan telur saja harus bersabar meng-erami telurnya 21 hari, dalam kondisi yang demikian ayam tidak makan dan tidak minum (baca: puasa) kecuali benar benar perlu.

4. Kalau kondisi sudah benar benar dalam kondisi klimaks, maka ingatlah dengan perkataan Ali ra;
الصَبْرُ مِنَ الأمُوْرِ بِمَنْزِلَةِ الرَّء سِ مِنَ الْجَسَدِ
Sabar dalam sebuah masalah itu (bagaikan) kedudukan kepala dalam jasad.
Alangkah mengerikannya jika menghadapi masalah tidak sabar, seperti mengerikannya jasad yang tak berkepala.

5. Musibah yang bukan karma, adalah ujian saja. Berbahagialah orang yang sedang di uji oleh Allah kerena ia akan naik peringkat. Kalau anda ingin menyelesaikan jenjang pendidikan pastinya ujian adalah masa yang paling mendebarkan dan moment yang di tunggu tunggu.

Dengan berbuat sabar tentu kita akan menjadi pribadi yang damai, tidak ikut ikutan dan melangkah penuh percaya diri amin ya rabb.

Komunitas Blog Kampung Media

http://www.youtube.com/watch?v=vG8vV27O8mI. Diberdayakan oleh Blogger.

Followers