Kamis, 16 Februari 2012

Peringatan Maulid di Masjid Pusaka Al-Hamidy


Memasuki bulan Rabiul Awal atau bulan kelahiran Nabi, peringatan Maulid Nabi Besar muhammad SAW silih berganti disetiap lingkungan atau dusun di Kota Mataram dan Lombok Barat. Berbagai macam lomba yang bersifat religi.

Demikian pula Panitia Peringatan Maulid di Lingkungan Presak Timur Pagutan, sejak tanggal rabu, 15 Agustus 2011 secara simbolis kegiatan ini resmi dibuka oleh H. Saiful Abdi selaku Wakil Ketua dengan Pemukulan beduk, diawali dengan lomba hafalan do’doa yang diikuti oleh peserta dari PAUD dan Taman Kanak-Kanak yang ada di lingkungan tersebut. Namun siswa-siswa dari TK dan PAUD siswa-siswinya tidak hanya berasal dari lingkungan setempat, ada juga dari lingkungan atau kelurahan lain.

Disamping itu, panitia juga mengadakan lomba hafalan ayat-ayat pendek, azan, cerdas cermat, dan lain-lain baik untuk tingkat SD maupun TK/PAUD. Nampak para guru sibuk mengarahkan dan memberi motivasi pada anak didiknya. Tidak sedikit orang tua juga ikut membujuk putra-putrinya untuk jangan malu-malu ikut tampil dipanggung.

Saat ditanya kenapa kebanyakan acara di dominasi oleh anak-anak, “mereka harus kita perkenalkan akan Nabi Muhammad SAW, disamping itu anak-anak juga agar terbiasa datang ke masjid dan berani tampil dipanggung sejak masih kecil” seperti disampaikan oleh Kutubuddin sebagai Koordinator acara.

Acara yang diselenggarakan di halaman masjid Al-Hamidy Pagutan cukup meriah, terbukti dengan animo masyarakat yang datang ke tempat tersebut. Peringatan ini diselenggarakan sampai dengan satu hari sebelum hari H tanggal 22 Februari 2012.

Senin, 13 Februari 2012

TENTANG ZAMAN

Diantara hal yang paling berharga yang dianugrahkan oleh Allah kepada kita adalah anugrah waktu. Sedemikian berharganya nilai waktu sehingga Allah swt berulang kali bersumpah atas nama waktu. Salah satunya terdapat dalam Surat Al ‘Ashr :
“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.
Surat Al ‘Ashr adalah sebuah surat yang pendek, namun sangat menakjubkan. Meskipun hanya terdiri dari tiga ayat, namun didalamnya terkandung makna yang sangat kaya. Begitu kayanya sehingga Imam Syafi’i berkata :” Seandainya dari Al Quran, hanya turun tiga ayat Al ‘Ashr, maka cukuplah itu menjadi pedoman ummat manusia, seandainya manusia merenungkan surat ini , maka kandungannya akan memenuhi mereka”. Al ‘ashr berarti masa, waktu era atau zaman. Kata ‘ashr dipergunakan untuk menunjukkan waktu dari waktu yang terpendek (jam) sampai waktu yang terpanjang yaitu era. Allah memulai surat ini dengan bersumpah : Demi Waktu, untuk menarik perhatian kita akan apa yang disumpahkan. Allah memerintahkan kita untuk mengamati waktu dalam arti umum. Manusia berubah dalam perjalanan waktu. Dalam waktu tujuh belas tahun , bocah yang tadinya ingusan berubah menjadi remaja yang memesonakan. Lima puluh tahun kemudia ia berubah menjadi orang tua yang menyedihkan. Dalam panggung waktu peristiwa demi peristiwa datang dan pergi silih berganti. Tidak ada waktu yang jelek. Yang jelek adalah orang-orang dan peristiwa yang terjadi dalam cakupan waktu. Sahabat Ali bin Abi Thalib ra berkata : “Manusia mencela zamannya, padahal tiada cela pada zaman itu kecuali pada kita. kita cela zaman, padahal cela itu ada pada diri kita. sekiranya zaman dapat berkata, ia akan mengecam kita”.
Surat Al Ashr mengajarkan kita untuk memperhatikan dan memahami tanda-tanda zaman. “hasbul mar-u min ‘irfaanihi, ‘ilmuhu bizamaanihi”. ( cukuplah sebagai tanda kearifan seseorang, yaitu pengetahuannya tentang tanda-tanda zaman). Demikian kata sahabat Ali bin Abi Thalib ra. Seorang mukmin yang arif berusaha memahami tanda-tanda zamannya supaya tidak terpedaya oleh berbagai peristiwa, supaya dapat memberikan makna dan yang lebih penting lagi supya dapat memberikan reaksi yang tepat terhadap berbagai peristiwa dalam kurun waktu yang tepat. Reaksi yang salah akan membuat manusia rugi. Demi Waktu. Sesungguhnya manusia berada dalam kerugian. Waktu dalam pandangan Islam tidak terpecah-pecah. Ia merupakan satu kesatuan antara masa lalu, masa kini dan masa yang akan datang yang saling berkaitan. Kita semua hidup sekaligus hidup dalam tiga masa- masa lalu, masa kini, dan masa yang akan datang. Perilaku kita saat ini dipengaruhi oleh perilaku kita pada masa yang lalu dan pada gilirannya akan menentukan prilaku kita pada masa yang akan datang. Al Quran memerintahkan kita untuk memperhatikan dan kemudian mengambil pelajaran dari sejarah umat-umat terdahulu. Bahkan Al Quran memerintahkan kita untuk menengok suatu masa ketika kita merupakan mahkluq yang tidak dikenal. Allah swt berfirman :
“Bukankah Telah datang atas manusia satu waktu dari masa, sedang dia ketika itu belum merupakan sesuatu yang dapat disebut?
Sambil memerintahkan kita untuk mengamati dan berkaca pada masa lalu, Al Quran menyuruh kita untuk memperhatikan persiapan kita bagi masa depan. Allah swt berfirman :
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang Telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan”.
Dari ayat-ayat yang telah disampaikan tadi, maka strategi yang tepat untuk menyongsong masa depan adalah mengambil pelajaran dari masa lalu dan memahami tanda-tanda zaman ini sehingga bisa memberikan reaksi yang tepat dalam menghadapi berbagai macam peristiwa yang terjadi dalam cakupan zaman. Sebab apapun tanda zaman – yang besar maupun yang kecil – tetap akan membawa kita kepada kerugian, kecuali jika kita bisa memberikan reaksi yang tepat dalam mengisi zaman. surat Al ‘Ashr menyebutkan empat reaksi yang tepat, Yaitu : mempertahankan dan mengembangkan kualitas iman, bekerja yang baik, berjuang bekerja sama menegakkan kebenaran dan bekerja sama menyebarkan kesabaran.
Iman adalah keyakinan dan pandangan hidup. Iman memberikan arah dan membantu kita memberikan makna terhadap berbagai peristiwa yang kita hadapi. Iman adalah rujukan mutlak yang memberikan kita kepastian. Tanpa iman, manusia akan terapung-apung dalam gelombang zaman. Ia akan menjadi budak bagi kepentingan-kepentingan sesaat yang pada akhirnya membuat ia kehilangan jati dirinya. Peran iman dalam kehidupan manusia dapat menguat dan melemah. Adakalanya manusia meragukan imannya. Zaman tidak akan merugikan orang yang selalu memelihara imannya dan memilih hidup dalam sinar keimanan.
Reaksi tepat yang kedua adalah kerja yang baik atau apa yang disebut ‘amal sholeh. Dalam agama Islam derajat manusia diukur dari kerjanya. Amal menunjukkan sejauh mana manusia telah mengembangkan dirinya. Kehidupan menjadi bermakna bila manusia beramal yang baik untuk mengembangkan potensi dirinya sekaligus mendatangkan manfaat untuk dirinya dan untuk orang lain. Manusia beruntung adalah manusia yang baik dan bisa membuat orang lain menjadi baik, manusia yang suci dan mensucikan orang lain, manusia yang tercerahkan dan mencerahkan orang lain. “khairunnaasi ‘anf’ahum linnaasi” (sebaik-baik manusia adalah yang paling banyak manfaatnya bagi manusia yang lain).Demikian sabda Rasulullah saw.
Karena itu reaksi ketiga dan keempat berkenaan dengan tanggungjawab manusia ditengah –tengah masyrakatnya . ia bukan saja harus hidup di atas kebenaran, tetapi juga mesti berusaha menegakkan kebenaran ditengah-tengah masyarakat. Ia bukan saja harus tabah menjalankan kebenaran yang diyakininya , tetapi juga harus berusaha memasyarakatkan ketabahan itu.
Demikianlah sekilas makna yang terkandung dalam Surat Al ‘Ashr, bahwa seseorang akan bisa selamat dari kerugian yang terdapat dalam bentangan zaman, jika ia mampu memberikan reaksi yang tepat sesuai dengan kandungan Surat Al ‘Ashr tadi. Betapa agungnya makna yang terkandung alam Surat ini, hingga diceritakan, bahwa apabila dua orang sahabat Nabi saw berjumpa , maka sebelum mereka berpisah, salah seorang diantara mereka membacakan Surat Al ‘Ashr kepada yang lain. Sesudah itu seseorang diantara mereka mengucapkan salam.
Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.

Selasa, 07 Februari 2012

MULUD PETANGAN


Memasuki bulan Rabiul Awal, kaum muslim memperingati hari lahir Nabi Besar MuhammadSAW, seluruh masyarakat memperingati perayaan dengan berbagai cara. Masyarakat Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat diawali dengan Mulud Petangan.
Mulud Petangan atau dikenal sebagai maulid kecil diselenggarakan pada tanggal dua belas Rabiul Awal. Demikian juga seperti yang diadakan di Masjid Pusaka Al-Hamidy Pagutan Kota Mataram. Acara berlangsung cukup khidmat. Acara diawali dengan serakalan dan ngurisang, dilanjutkan dengan tausiah dan diakhiri zikir dan do’a.
Dalam tausiah yang disampaikan oleh Ust. Turaihan Azhuri, Bentuk kecintaan Kita kepada Nabi Besar Muhammad SAW dengan meningkatkan ketaqwaan kita, mempererat tali persaudaraan, dan kepedulian sesama. Peringatan ini ditutup dengan zikir dan Do’a. Pelaksanaan peringatan ini biasanya hanya diikuti oleh Jamaah masjid, tidak ada undangan luar kecuali kalau ada ustad atau kyia tuan Guru yang akan menyampaikan Tausiah.
Masyarakat juga mempersiapkan dulang, baik berupa jajan, buah, atau hidangan masakan dalam bentuk dulang (nampan dengan beberapa piring didalamnya).

Minggu, 05 Februari 2012

Ayak dan Gerobaknya

Setiap pagi sekitar jam enam Ayak mempersiapkan segala sesuatu untuk mempersiapkan pekerjaan rutinnya. Dia mulai mengayuh gerobak sepedanya memasuki gang demi gang sambil menanyakan barang rongsokan yang tidak terpakai seperti botol, gelas plastik, kardus dan barang plastik lainnya serta besi bekas. Dengan harga yang sudah disepakati ayak membayar dan menaruh barang tersebut. Hal ini dilakukan saat masuk disetiap gang yang dilalui.

Ibnu Ziad nama yang diberikan orangtua sejak lahir, namun dia dikenal sebagai ayak. Pendidikannya tidak tamat SD, namun soal mencari, memilah barang dan berhitung cukup jeli. Sudah hampir lima tahun pekerjaan ini digeluti. Awalnya dia hanya memanggul karung mencari kesetiap rumah atau acara-acara dimana gelas plastik bekas banyak dijumpai dan tingal pungut tidak perlu keluar uang.

Pengepul dimana biasa dia menjual barangnya, memberikan gerobak untuk mencari barang bekas dan dibekali uang sampai dengan tiga ratus ribu untuk memberi barang-barang bekas. Keuntungan yang didapatkan sekitar dua puluh sampai empat puluh ribu sehari.

Namun sekarang dia sudah memiliki gerobak sendiri yang didapat dari tabungan yang dikumpulkan selama berbulan-bulan. Dari hasil yang didapatkan, dia menyerahkannya kepada ibunya dan sering memberi uang jajan buat adik-adiknya. Semangatnya semakin tinggi sejak memiliki gerobak, walaupun gerobak bekas.

Heru salah satu pengepul yang banyak memberikan masukan bagaimana mencari, memilah barang bekas bahkan bagaimana menyisihkan uang untuk disimpan. Heru sendiri yang sudah cukup banyak makan asam garam seputar barang bekas ini tidak saja menjadi bapak angkat bagi ayak, namun juga dibeberapa tempat di kota Mataram.

Saya ingin menjadi pengepul, jawab ayak saat ditanya bagaimana kelanjutan pekerjaan ini. Harapan Ayak ini tentu tidak berlebihan. Sejak mengenal Heru kemungkinan ini akan mudah terlaksana. Karena pengepul harus memiliki modal yang cukup untuk berbagai kebuthan seperti lahan, becak atau gerobak dan lainnya. Dan Heru berjanji akan meberikan modal tersebut.

Sabtu, 04 Februari 2012

BESARKAN ALLAH, KECILKAN MASALAH

Berbagai musibah dan bencana yang yang bertubi-tubi menimpa bangsa ini, tampaknya bukan hanya memporak-porandakan harta dan dan jiwa saudara-saudara kita, tapi juga berpeluang menghancurkan mental dan motivasi kita. Bukan tidak mungkin ,jika masalah ini terus berlarut-larut, kita bisa merasa lemah dan tidak punya semangat untuk bangkit .
Padahal sebenarnya kitalah yang menciptakan masalah melalui persepsi negative terhadap segala kejadian yang terjadi dalam kehidupan kita.. Masalah yang besar bisa dikecilkan , jika kita mau mengecilkannya . Masalah yang kecil bisa menjadi besar jika kita menghendakinya menjadi besar.
Jika kita terbiasa membesar-besarkan masalah kecil, maka semua masalah menjadi besar. Jika terbiasa mengecilkan masalah dan membesarkan nama Allah Subhaanahu wa Ta’aala, maka kecillah semua masalah di dunia ini.
Jika kita memandang bangsa Indonesia adalah bangsa yang lemah, tidak memiliki potensi, tidak kredibel, dan tidak memiliki kemampuan untuk bangkit, maka percayalah , setiap hari kita akan menjadi bahan ejekan. Kita akan menjadi bangsa yang rapuh, mudah menyerah dan cepat merasa kalah.
Jika kita berpandangan bahwa bangsa ini memang pantas diberi azab oleh Allah, maka Allah juga akan terus mengazab kita . Kita memang layak diazab karena kita sendiri yang berprasangka buruk kepada Allah. Jika kita beranggapan bahwa musibah dan bencana yang datang silih berganti akhir-akhir ini sebagai isyarat akan hancurnya bangsa ini ,maka Allahpun akan mendatangkan kehancuran pada bangsa ini. Allah telah berfirman di dalam hadits qudsi :
“Aku berada dalam persangkaan hamba-Ku kepada-Ku (HR Bukhori Muslim).
Jika masalah bangsa ini kita bawa sedih , maka kitapun akan sedih. Jika dibawa susah maka kitapun menjadi susah. Dan jika dibawa gembira , menjadi gembiralah kita, semua tergantung dari cara pandang kita.
Oleh karena itu cara pandang yang yang paling sesuai dengan nilai-nilai positif kita sebagai manusia dan nilai-nilai kebenaran syariah, adalah pandangan yang salah satu unsurnya adalah meyakini bahwa segala sesuatu di dunia ini kecil. Dan hanya Allah yang paling besar.
Dan cara pandang yang dibangun di atas keyakinan bahwasanya hanya Allah yang paling besar ,adalah cara pandang orang-orang yang bertaqwa. Dimana ia bisa membesarkan Allah di dalam hati, pikiran dan seluruh prilaku hidupnya . Dan ini dibangun dari interaksi yang mendalam dengan aktifitas ibadah yang sudah disyariatkan oleh Allah dan Rasul-Nya. Itulah sebabnya, mengapa di dalam shalat Iedu Fitri dan shalat Iedul Adha kita diperintahkan untuk bertakbir tujuh kali pada rakaat pertama dan lima kali pada rakaat kedua.
Begitu pula setiap hari, kita di-setting untuk bertakbir ketika melaksanaan shalat wajib maupun sunnah . Selama menunaikan shalat lima waktu, setidaknya kita mengucapkan “Allaahu Akbar” tidak kurang dari 102 kali. Seharusnya kalimat itu sudah cukup untuk selalu menyalakan kesadaran akan kebesaran Allah Subhaanahu wa Taala.
Kalimat “Allahu Akbar” yang kita ucapkan setiap kali pindah dari rukun yang satu ke rukun berikutnya adalah isyarat bahwa dalam keseharian kitapun, hendaknya dalam setiap pergantian kegiatan dari satu pekerjaan ke pekerjaan yang lain agar diawali dengan keyakinan bahwa Allah Maha Besar, Maha Berkuasa dan kita hanyalah mahluk biasa yang tidak punya kekuatan apapun. Dengan demikian apapun yang kita kerjakan agar disandarkan kepada Allah. Kita hanya melaksanakan ikhtiar pada akhirnya Allah jua yang menentukan.
Dan ketika kita tidak memiliki kesadaran akan kebesaran Allah maka kitapun akan menyandarkan urusan kita kepada selain Allah. Betapa banyak diantara kita yang menyandarkan urusannya kepada harta, mereka merasa tidak mampu melaksanakan kegiatannya jika mereka tidak mempunyai harta. Maka orang –orang seperti ini secara perlahan kemudian menjadikan harta sebagai tuhannya. Dia tidak akan melakukan sebuah pekerjaan yang tidak mendatangkan harta. Ketika mereka kehilangan harta , maka mereka panik dan seakan-akan dunia telah berakhir baginya.
Sementara yang lainnya ada yang menyandarkan urusannya kepada kekuasaan. Ia merasa tidak mampu berbuat jika mereka tidak punya kekuasaan. Maka orang-orang seperti ini berusaha mengejar kekuasaan dengan segala cara. Dan pada akhirnya menjadikan kekuasan sebagai tujuan akhirnya. Ketika kekuasannya dicabut, iapun merasa seakan-akan dunia telah kiamat.
Dilain pihak ada yang menyandarkan urusannya kepada makhluk . Mereka berpikir bahwa mereka bisa memenuhi keinginannnya jika dekat dengan seseorang yang mempunyai kekuasaan. Secara perlahan orang-orang seperti pada akhirnya akan terjebak pada sikap menghambakan diri kepada makhluk . dan pada akhirnya diapun akan kehilangan ‘izzah dan haibah .
Demikianlah , orang-orang yang menyandarkan urusannya kepada selain Allah, tidak akan pernah mencapai apa yang diinginkan dan akan mudah terjebak dalam keputus-asaan.
Berbeda dengan orang yang menyandarkan urusannya kepada Allah, yaitu Zat yanh Maha Kaya, Maha berkuasa dan Maha Mencipta, ia akan senantiasa diliputi oleh sikap optimis ,penuh percaya diri dan bersikap positif terhadap segala sesuatu , bahkan terhadap kegagalan sekalipun. Kegagalan bagi dia bukan berarti kematian, kehancuran atau akhir dari segalanya. Kegagalan justru akan dijadikan pelajaran berharga untuk kehidupan di masa datang.
Demikianlah, ketika mengucapkan takbir , saat itu juga seharusnya kita bisa menghayati kebesaran Allah. Saat itu pula kita melepaskan segala hal yang kecil, yaitu belenggu prasangka buruk yang menghinggapi pikiran kita. Lepaskan dan buang jauh-jauh pikiran negative. Persepsi buruk dan pikiran negative yang seringkali muncul yang tidak didasarkan atas ilmu, sebenarnya merupakan sesuatu yang yang lebih sering membuat kita larut dalam masalah. Dan ketika masalah itu mendominasi kita, maka maka kita sebenarnya telah menganggapnya besar.
Jika kita berpikir positif , kita akan mampu menghargai diri sendiri. Sikap menyalahlkan diri sendiri secara berlebihan hanya akan menimbulkan kelelahan mental dan rasa frustasi yang dalam. Sungguh sikaf ini merupaka kezaliman terhadap diri sendiri.
Allah Subhaanahu wa Taala berfirman :
“Dan tidaklah mereka menganiaya Kami (Allah), akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri.” ( Al Baqarah : 57)

Jumat, 27 Januari 2012

RAMBU RAMBU HIDUP

Perjalanan hidup adalah rimba rambu-rambu yang sangat padat. Jika kita salah membaca dan memilih rambu maka kita akan berputar-putar di tempat tidak mencapai tujuan atau bahkan mungkin kita akan tersesat. Saat ini demikian banyak rambu dan petunjuk petunjuk jalan hidup yang menyesatkan. Rambu mode dan gaya hidup yang ditawarkan kapitalis, rambu nafsu dan kesenangan sesaat, rambu kekuasaan dan keinginan berkuasa dan lain-lain adalah rambu-rambu yang justeru dibayar mahal untuk melewatinya. Tetapi anehnya, sebagian kita yang masih tergolong “miskin” lebih memilih melewati jalan yang ditunjukkan oleh rambu-rambu tersebut.
Rambu yang demikian banyak itu adalah tipuan, fatamorgana dan maya yang semakin jauh kita jalani semakin jauh kita dari tujuan. Sebagai Muslim kita menjalani satu rambu yaitu “Jalan Lurus” - Siratal Mustaqim, dan kita senantiasa berdoa untuk ditunjuk jalan tersebut - Ihdinassiratal Mustaqim. Dan agar kita senantiasa berjalan di jalan yang lurus tersebut kita memiliki rambu yang sangat jelas yaitu AL-Qur’anul Karim, sebagaimana disebutkan dalam awal surat Al-Baqarah : “Zalikal kitabu la raibafiihi - Hudan lil muttaqin” dan Sunnah Rasulullah Saw. Dengan berpegang pada kedua hal tersebut, Insya Allah kita akan mencapai tujuan hidup yang asasi yaitu Ridha Allah.
Pada kesempatan ini, saya akan menyampaikan salah satu Hadis yang menggambarkan rambu-rambu hidup yang sangat sederhana untuk mencapai bahagia dalam menjalani hidup ini.
Kesucian adalah sebagian dari iman, Alhamdulillah memenuhi timbangan, Subhanallah walhamdulillah memenuhi ruangan antara langit dan bumi, shalat adalah nur, sedekah adalah burhan atau dalil keberimanan, Sabar adalah pelita, dan Al-Qr’an adalah hujjah bagi dirimu. Semua orang pergi menjual dirinya, maka apakah ia akan membebaskan diri atau menghancurkannya.
1. Kesucian adalah sebagian dari iman, karena iman yang kuat hanya ada pada orang yang suci. Para Ulama menafsirkan kata suci ini dengan kesucian batin, kesucian hati dari segala bentuk syirik dan penyakit hati seperti dengki, iri, dendam, khianat dll. Sesungguhnya Allah sangat memperhatikan kesucian hati, sebagaimana Sabda Rasulullah Saw yang artinya :
Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada tubuh dan rupa kalian, tetapi kepada hati kalian. HR Muslim
2. Alhamdulillah memenuhi timbangan, antara yang dianugrahkanoleh Allah dengan apa yang kita persembahkan kepadaNya. Alhamdulillah bukanlah sekedar ungkapan kata penghias bibir, tetapi muncul dari kalbu yang tulus dan diwujudkan dengan perilaku. Apapun yang kita dapatkan suka atau duka, banyak atau sedikit, hendaklah kita terima dengan ikhlas, kita manfaatkan sebaik-baiknya di jalan Allah. Untuk itu marilah kita membudayakan kalimat Alhamdulillah ini menjadi hiasan bibir, hiasan hati hiasan perilaku. Alhamdulillah sebagai akhlak dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian kita terbebas dari penyakit menggerutu, dongkol dan merusak iman kita. Nauzubillah.
3. Shalat sebagai cahaya, maksudnya dalam perjalanan hidup kita di dunia yang gelap, shalat yang kita leksanakan lillahi taala akan me menyelamatkan kita dari kegelapan, akan menjauhkan kita dari perbuatan keji dan mungkar, sebagaimana firman Allah : “Sesungguhnya shalat akan mencegah perbuatan keji dan mungkar”

4. Sedekah adalah burhan. Burhan artinya dalil atau bukti atas keabsahan iman orang bersedekah. Sadakah berarti benar, maka orang yang bersedekah menunjukkan kebenaran keimanannya. Banyak orang yang mengaku beriman bahkan rajin melakukan Shalat, tetapi enggan bersadakah, maka sebenarnya orang yang demikian tergolong kelompok munafik.

5. Sabar adalah pelita, seperti yang telah dikemukakan di atas, bahwa apapun yang kita terima adalah anugrah Allah yang harus diterima dengan ikhlas. Sikap sabar mahbub yang dimaksudkan disini adalah sabar dalam menjalan ketaatan kepada Allah, sabar yang dapat menghindarkan kita dari celaka. Musibah, cobaan dan kemiskinan yang kita terima tidak membuat kita terjerumus ke jalan sesat, tetapi justeru mendorong kita untuk lebih dekat kepadaNya.

6. Orang-orang berjual beli dengan Allah, semua kita menjual diri kita kepada Allah untuk membebaskan diri. Kita menyerahkan seluruh jiwa dan raga kita dengan bayaran surga, sebagai lawan orang-orang yang menjual diri menjadi budak hawa nafsu dan syaitan yang akan emnghancurkannya.
Fiman Allah Swt dalam surat Attaubah ayat 111 artinya : Sesungguhnya Allah telah membeli dari kaum mukmin diri dan harta mereka.
Tidak ada jual beli yang lebih mulia dari transaksi kita dengan Allah. Pembelinya adalah Allah, penjualnya adalah Mukmin barangnya adalah jiwa dan raga dan bayarannya adalag Surga.
Subhanallah.
Semoga Allah Swt senantiasa menunjukkan kepada kita jalan yang benar dan membimbing kita untuk mendapatkan RidhaNya sebagai tujuan hidup yang utama.

Waspada Terjangan Angin

        Beberapa hari terakhir tiupan angin kencang melanda Negara kita termasuk kota Mataram. Angin yang berhembus cukup kencang mengakibatkan banyak dahan patah, baliho, papan nama yang ada di jalan-jalan juga rebah. 

Sejauh ini dibeberapa titik baik yang ada di kecamatan Cakranegara, Mataram, dan Ampenan terlihat banyak dahan atau pepohonan yang tumbang akibat terjangan angin. pohon yang tumbang menimpa menimpa pengguna jalan seperti yang terjadi di jalan catur warga Cakranegara. Namun korban tidak mengalami kecelakaan yang serius. Dibeberapa tempat juga ada mobil yang tertimpa saat  sedang parkir.

Himbauan telah dilakukan oleh pemkot Mataram untuk tidak berada dibawah pohon guna menghindari dahan atau pohon tumbang, demikian juga dengan larangan memarkir kendaraan dibawah pohon.

Akibat banyaknya dahan dan pohon yang tumbang melintang ditengah jalan menyebabkan kesibukan pasukan instansi terkait sibuk memotong dan membersihkannya, sementara itu PLN dan Telkom tidak sibuk, banyak kabel listrik dan telpon yang terputus.

Terputusnya aliran listrik menyebabkan banyak kegiatan usaha yang mengandalkan pasokan dari PLN harus sabar menunggu aliran tersambung kembali. Saya harus pulang lebih awal, tidak bisa kerja dari pagi sampai sekarang hidup mati sampai dengan empat kali, ungkap Zaenal salah seorang penjahit.  Mendingan periksa atap rumah, paku lebih seng yang ada biar ndak terbang kemana-mana.

Tiupan angin ini juga menyebabkan banyak atap terutama yang menggunakan seng copot bahkan beterbangan akibat kencangnya angin. biar saja dibawah dulu nanti saya pasang kalau angin normal, lanjut Bidin yang malah membongkar sisa seng yang ada.

 

Komunitas Blog Kampung Media

http://www.youtube.com/watch?v=vG8vV27O8mI. Diberdayakan oleh Blogger.

Followers